Tampilkan postingan dengan label Artikel Kecantikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kecantikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 September 2014

9 Hal yang Bisa Mengganggu Hormon

9 Hal yang Bisa Mengganggu Hormon
Akui saja, setiap kali Anda merasa ada gangguan kesehatan dan sulit mengetahui penyebabnya, pasti Anda akan menyalahkan hormon. Yang menarik, ternyata dugaan tersebut seringkali benar.

Hormon memang bertanggung jawab pada banyak hal dalam seluruh sistem, memengaruhi nafsu makan, emosi, berat badan, libido, siklus haid, dan masih banyak lagi.

Namun, kejanggalan hormonal bukanlah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Aktivitas tertentu dapat menyebabkannya semakin aktif atau justru pasif. Akibatnya pun berdampak kepada kerja tubuh.

Berikut 9 kebiasaan yang dapat mengubah aktivitas hormon, termasuk kesehatan tubuh dan jiwa Anda:

1. Konsumsi gula berlebihan
Asupan gula yang terlalu banyak identik dengan kenaikan berat badan. Menurut Holly Phillips, MD, ahli kesehatan di New York, kebanyakan mengonsumsi gula dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin, hormon yang penting untuk mengubah gula dari darah menjadi energi. Akibatnya adalah sindrom metabolisme yang menandai diabetes melitus.

2. Stres sepanjang malam
Normalnya, kadar hormon kortisol akan menurun pada malam hari sehingga seseorang dapat tidur. Phillips mengatakan, "Jumlahnya akan meningkat bila Anda dalam tekanan atau stres di malam hari." Hindari terlalu banyak berpikir menjelang tidur.

3. Insomnia singkat
Kurang tidur meningkatkan tingkat kortisol, dan hormon tersebut meningkatkan gula darah, lalu turun lagi sehingga Anda stres dan ingin makan. Tambahkan jam tidur Anda untuk menstabilkan kadar kortisol tubuh.

4. Kurang tidur
Ketika kita tidur, hormon leptin, yang berperan pada rasa lapar, mengirim sinyal ke tubuh agar tidak perlu makan saat tidur. Begadang bahkan tidak tidur membuat produksi leptin terganggu. Akibatnya, Anda akan lebih merasa lebih lapar dan ingin sering makan.

5. Ngopi sore
Kafein pada kopi merangsang produksi kortisol. Hormon ini membuat Anda cemas dan tidak dapat tidur. Hindari minum kopi terlalu banyak. Idealnya, tidak lebih dari 2 cangkir per hari dan minumlah sebelum pukul 15.00 sore.

6. Olahraga rutin
"Tanpa olahraga rutin, tubuh Anda tidak akan memproduksi endorfin secara optimal," kata Phillips. Hormon endorfin membuat Anda merasa gembira dan fokus. Mereka juga menjaga sistem daya tahan tubuh dan merangsang hasrat seksual. Semakin banyak Anda bergerak, semakin banyak pula produksi endorfin.

7. Diet ketat
Penurunan berat badan secara drastis karena diet ketat atau olahraga berat bisa membuat kadar estrogen juga turun sehingga siklus menstruasi terganggu. Metabolisme tubuh akan 'menunggu' hingga berat badan Anda kembali normal sebelum hormon estrogen kembali normal.

8. Olahraga kardio
Olahraga aerobik seperti joging atau bersepeda akan memicu pompa jantung yang lebih cepat. Dampaknya, hormon ghrelin yang menekan rasa lapar, akan ikut turun. Ini bisa Anda coba untuk menurunkan berat badan.

9. Konsumsi gula saat PMS
Selain menyebabkan rasa cemas, gula akan merangsang reaksi di otak secara berlebih yang sebenarnya sudah rutin terjadi selama masa PMS. "Bila PMS menyebabkan Anda emosional, gula hanya akan membuat Anda lebih cemas," ungkap Phillips. Mulailah mengganti makanan manis tersebut dengan yang lebih sehat dan rendah gula.

Sumber: health.kompas.com 

Hindari Dehidrasi, Ibu Hamil Perlu Minum Lebih Banyak

Hindari Dehidrasi, Ibu Hamil Perlu Minum Lebih Banyak
Kehamilan merupakan masa krusial, sehingga apapun yang dilakukan di saat itu bukan hanya berpengaruh pada kesehatan ibu, melainkan juga kesehatan janin. Termasuk kekurangan konsumsi air atau yang dikenal dengan istilah dehidrasi di saat hamil, efeknya bisa mempengaruhi kesehatan janin.

"Ibu hamil tidak boleh sampai kekurangan cairan karena efeknya bukan hanya pada ibunya, tapi juga janinnya," tegas ahli gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Saptawati Bardosono, Sp.GK saat ditemui di acara Inagurasi dan Konferensi Pers Indonesian Hydration Working Group, Kamis (10/10/2013) di Jakarta.

Dehidrasi pada umumnya akan berpengaruh terhadap menurunnya konsentrasi, lemas, cedera, bahkan dalam kadar yang berat dapat menyebabkan pingsan dan kematian. Sementara itu, menurut Saptawati, pada kehamilan dehidrasi bisa berdampak pada berkurangnya air ketuban atau cairan amnion.

Meskipun belum dibuktikan secara ilmiah, kata dia, namun secara teori jika ibu dehidrasi maka cairan tubuhnya akan berkurang termasuk cairan amnion. Padahal, cairan amnion berguna untuk melindungi janin dan jika jumlahnya kurang akan berisiko bagi tumbuh kembang janin.

Selain itu, kebutuhan air ibu hamil ternyata juga lebih banyak daripada orang dewasa pada umumnya. Menurut pakar gizi dari FKUI dr Inge Permadhi, SpGK, saat hamil, wanita perlu mengonsumsi air 400 mL lebih banyak dari yang disarankan untuk orang dewasa sehat.

"Kebutuhan konsumsi air pada orang dewasa sehat yaitu antara 2.000-2.500 mL per hari. Pada ibu hamil berarti bisa mencapai 2.400-2.900 mL," ujarnya.

Begitu pula, Inge menekankan ibu menyusui untuk menambah konsumsi airnya. Terlebih saat menyusui lebih banyak lagi cairan yang keluar melalui air susu. Karena itu, menurut Inge, konsumsi air perlu ditambah 800 mL, sehingga jumlahnya mencapai 2800-3300 mL.

Air termasuk dalam zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah paling banyak dibandingkan zat gizi lainnya. Air memiliki fungsi yang banyak di dalam tubuh, antara lain untuk mengatur suhu tubuh, membasahi jaringan mukosa, pelumas dan pelindung organ-organ tubuh, mencegah konstipasi, melarutkan zat gizi, dan banyak fungsi lainnya.

Sumber: health.kompas.com

Senin, 15 September 2014

Jangan Tidur Sebelum Menyikat Gigi!

Jangan Tidur Sebelum Menyikat Gigi!
 Kebanyakan orang memang sudah menyikat gigi dua kali sehari, tapi biasanya dilakukan saat mandi. Menyikat gigi di malam hari yang sangat penting justru diabaikan. Padahal, kemalasan itu bisa berakibat bakteri makin bertambah banyak di mulut.

Absen menyikat gigi di malam hari bukan hanya membuat nafas tidak segar, tapi juga mempercepat timbulnya plak, tumpukan bakteri, yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.

"Cobalah di pertengahan hari Anda 'menyapu' gusi Anda dengan lidah dari sisi kanan ke kiri. Rasa lengket dan seperti ada selubungnya merupakan pertanda plak," kata Deepinder "Ruchi" Sahota, juru bicara asosiasi dokter gigi Amerika.

Menurut Sahota, kebiasaan menyikat gigi dapat menyingkirkan bakteri yang menempel di gusi. Bila bakteri tersebut tidak disingkirkan, mereka akan mulai merusak gigi. 

Semakin lama sebuah plak ada di satu tempat yang sama, plak tersebut akan berubah menjadi tartar, sesuatu yang keras, berwarna kuning, dan kasar yang berada di sela gigi. Tartar dapat menyebabkan radang dan gusi berdarah. Risikonya adalah gigi tanggal.

Tidak ada batasan jelas kapan sebuah plak mencapai tingkat terparahnya. Menurut Sahota, langkah yang tepat adalah membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari. "Jangan biasakan menyikat gigi hanya sekali," katanya.

Selain itu, teknik menyikat gigi yang salah juga dapat mendatangkan dampak yang tak kalah berbahaya. 

Sahota menyarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan sikat gigi yang bulunya halus. Sikat gigi selama dua menit dan harus mencapai seluruh bagian gigi. 

ADA menganjurkan untuk menggunakan benang gigi (floss) satu kali dalam sehari. Berkonsultasi kepada dokter gigi secara rutin juga perlu dilakukan. Tujuannya untuk menyingkirkan kotoran yang tidak bisa dibersihkan sendiri, termasuk tartar tersebut.

Meski bisa membuat napas segar namun permen karet, mint, dan larutan kumur tidak dapat menggantikan peran menyikat gigi.

Sumber : health.kompas.com