Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Sebelum Terlambat, Cegahlah Diabetes

Sebelum Terlambat, Cegahlah Diabetes
Diabetes merupakan epidemi abad ke-21. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan, saat ini terdapat 346 juta orang yang menderita penyakit ini. Di Indonesia, pada tahun 2020 diperkirakan ada 12 juta orang menderita diabetes.

Pertambahan pesat jumlah penderita diabetes ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak, gula, garam, serta kurang serat sehingga terjadi obesitas.

Penderita diabetes tipe 2 kini juga bukan hanya pada orang dewasa. Padahal 20 tahun lalu, sangat jarang ditemui orang muda yang menderita penyakit ini.

Banyak orang yang masih menganggap remeh penyakit diabetes, padahal penyakit ini bisa merenggut penglihatan, ginjal, bahkan memicu kematian. Penderita diabetes juga menghadapi risiko stroke lima kali lebih tinggi dibanding orang yang tidak terkena diabetes.

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup. Beberapa penelitian menyimpulkan ada 5 kebiasaan sehat yang bisa mengurangi risiko seseorang menderita diabetes sampai 80 persen.

Ini adalah gaya hidup yang sebaiknya harus Anda miliki:

- Pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

- Olahraga 3 kali dalam seminggu, masing-masing setidaknya 20 menit.

- Jaga berat badan ideal.

- Menghindari rokok.

- Kurangi asupan alkohol.

Meski demikian, para ahli berpendapat satu faktor utama yang harus diperhatikan adalah menjaga berat badan tetap normal. Pria yang memiliki berat badan normal risikonya 70 persen lebih rendah untuk menderita diabetes dibandingkan dengan pria obesitas. Sementara wanita yang berat badannya normal risikonya 78 persen lebih rendah.

Selain itu, lakukan deteksi dini atau pemeriksaan kadar gula darah secara teratur. Jika kondisi pradiabetes (kadar gula darah tinggi tapi belum termasuk diabetes) diketahui, perubahan gaya hidup bisa mencegah seseorang masuk dalam kategori diabetes. 

Sumber : Merdeka.com

Bukan Makanan Manis yang Sebabkan Diabetes

Bukan Makanan Manis yang Sebabkan Diabetes
Meski penyakit diabetes atau awam menyebutnya "sakit kencing manis" telah diketahui sejak 1500 SM, hingga saat ini masih banyak orang yang tidak memahami penyakit tersebut. Salah satunya adalah anggapan bahwa diabetes disebabkan hobi mengasup makanan manis.

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan hormon insulin, zat yang diproduksi oleh kelenjar pankreas dan diperlukan untuk mengubah makanan menjadi energi. 

Menurut dr Rochismandoko, Sp PD, gaya hidup kurang gerak merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya penyakit ini. "Kurang olahraga, terlalu banyak duduk, dan pola makan yang salah merupakan penyebab penyakit ini," katanya dalam acara peluncuran aplikasi Dokter Diabetes di Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Nafsu makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik pada akhirnya akan menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu pencetus diabetes. 

Meski makanan manis bukanlah penyebab diabetes, pengaturan makan merupakan pilar terpenting dalam pengendalian penyakit ini. Setiap penyandang diabetes harus mau belajar mengenali makanan yang menyebabkan gula darah tinggi dan berusaha menghindarinya. 

Pengaturan makan dimaksudkan agar kita tetap bisa mengonsumsi berbagai variasi makanan yang menyediakan zat gizi penting, tetapi kebutuhannya sesuai sehingga insulin dalam tubuh mencukupi. 

Mereka yang diabetes bisa makan makanan yang sama seperti orang lain, tetapi penting untuk mengawasi jumlahnya. Jika kadar gula darah sudah terlalu tinggi, maka bukan hanya makanan mengandung gula yang perlu dihindari, melainkan terkadang juga lemak dan garam.

Sumber : Merdeka.com

Obat Diabetes Bikin Panjang Umur

Obat Diabetes Bikin Panjang Umur
Obat yang diresepkan untuk penyakit diabetes ternyata tidak hanya bermanfaat untuk mengelola penyakit itu saja, tetapi juga untuk membantu orang yang mengonsumsinya hidup lebih panjang.

Sebuah studi menemukan metformin, obat yang berguna untuk mengontrol gula darah juga dapat mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah, serta kanker, meskipun pada orang tanpa diabetes.

Peneliti menganalisis pada lebih dari 180.000 orang dan menemukan perubahan signifikan pada mereka yang diberi metformin, dibandingkan dengan obat anti-diabetes lainnya, baik pada orang dengan diabetes dan orang tanpa diabetes.

Kendati demikian, peneliti mengatakan periode waktu tindak lanjut studi relatif pendek sehingga sebenarnya belum dapat disimpulkan demikian. Pasalnya komplikasi diabetes juga dapat memburuk seiring waktu sehingga berhubungan dengan kematian yang lebih cepat.

Ketua penelitian Profesor Craig Currie dari Cardiff University School of Medicine mengatakan, pasien yang diterapi dengan metformin menunjukkan perbaikan yang signifikan untuk ketahanan hidup dibandingkan dengan mereka yang hidup tanpa diabetes. Namun yang mengejutkan, temuan ini mengindikasikan bahwa obat itu juga memiliki dampak menguntungkan bukan hanya pada pasien diabetes, melainkan juga pada pasien tanpa diabetes.

"Metformin menunjukkan manfaat anti-kanker dan anti-penyakit kardiovaskular, sehingga membantu untuk menurunkan risiko panyakit tersebut hingga sepertiganya, khususnya pada orang pradiabetes," ujarnya.

Meski begitu, untuk mendapatkan manfaat optimal dari obat, lanjut dia, orang pradiabetes tipe 2 juga perlu mengurangi berat badannya dengan menjaga pola makan dan berolahraga.

Sementara itu, hasil studi ini juga cocok pada kelompok orang tanpa diabetes yang dengan umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok dan status klinis apapun, bila ekspektasi usia mereka dibandingkan.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism itu juga mencatat, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak metformin pada orang sehat, khususnya juga untuk efek samping yang dihasilkannya.

Sumber : Merdeka.com