Tampilkan postingan dengan label kesehatan gigi dan mulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan gigi dan mulut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2014

Saat Sikat Gigi, Jangan Lupa Bersihkan Lidah

Saat Sikat Gigi, Jangan Lupa Bersihkan Lidah
Hampir setiap orang menyadari pentingnya menyikat gigi secara teratur, tetapi belum banyak yang memberi perhatian pada kebersihan lidah. Padahal menurut Puneet Ahuja, konsultan senior operasi gigi di Delhi, kebersihan lidah yang buruk dapat memicu beberapa infeksi.

"Lidah merupakan bagian yang sangat penting dari higienitas mulut dan banyak orang cenderung melupakannya. Anda butuh untuk membersihkan lidah setelah menyikat gigi," ujar Ahuja.

Permukaan lidah tidak rata dan dihuni oleh sejumlah besar bakteri, baik yang "baik" maupun yang dapat menyebabkan infeksi. Maka penting untuk selalu menjaga kebersihan lidah untuk mencegah bau mulut serta infeksi mulut dan tenggorokan.

Salah satu cara praktis mengetahui apakah lidah sudah bersih adalah dengan melihat warnanya merah muda atau tidak. Warna lidah yang keputihan menunjukkan lidah dalam kondisi kotor.

Warna lidah yang lainnya seperti hitam juga bisa terjadi karena pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi kopi berlebihan, mengunyah tembakau, merokok, dan lain-lain. Orang dengan penyakit seperti ulkus mulut dan kekurangan vitamin juga biasanya memiliki warna lidah dengan bintik-bintik merah.

"Alat pembersih lidah merupakan alat terbaik untuk membersihkan permukaan lidah. Alat itu menghilangkan bakteri, sisa makanan, dan plak di sana. Alat itu digunakan dari mulai pangkal hingga ujung lidah," paparnya.

Setelah membersihkan lidah, Ahuja juga menyarankan untuk berkumur dengan cairan pembersih mulut atau larutan garam hangat.

Sumber : health.kompas.com

Menyikat dengan Lembut, Cara Terbaik Sikat Gigi

Menyikat dengan Lembut, Cara Terbaik Sikat Gigi
Semua orang menyikat gigi setiap hari, namun jarang ada yang berpikir tentang cara menyikat yang tepat. Faktanya, tidak ada orang yang tahu pasti bagaimana cara menyikat gigi yang tepat, bahkan para profesional di bidang gigi dan mulut sendiri. Begitulah menurut sebuah studi dari University College London State.

Studi yang dipublikasi dalam British Dental Journal tersebut menganalisis berbagai saran dari para profesional di bidang gigi untuk membersihkan gigi di 10 negara. Hasilnya, peneliti justru menemukan informasi yang saling bertentangan mengenai aturan menyikat gigi yang benar.

"Masyarakat perlu mendapatkan informasi tentang metode yang terbaik dalam menyikat gigi mereka," ujar Aubrey Sheiham, profesor di Dental Public Health di University College London.
Studi mengungkapkan, saran menyikat gigi dari setiap asosiasi dokter gigi atau perusahaan sikat gigi berbeda-beda. Tidak heran, banyak orang yang bingung mengikuti saran yang mana.

Misalnya, sebagian dokter gigi menyarankan untuk menyikat gigi dua kali sehari, sementara yang lain menyarankan tiga kali sehari. Beberapa rekomendasi menyebutkan untuk menyikat gigi dengan sudut 45 derajat, sementara yang lainnya menyatakan sikat gigi dengan gerakan vertikal lebih baik daripada horizontal.

Selain itu, waktu menyikat gigi yang optimal pun direkomendasikan berbeda-beda. Beberapa dokter gigi menyarankan dua menit, sedangkan ada juga yang menyarankan tiga menit.

Namun di antara semua rekomendasi tersebut, Sheiham menyimpulkan, cara terbaik menyikat gigi adalah dengan menyikat dengan lembut. Ia sendiri merekomendasikan supaya menyikat gigi dilakukan dengan gerakan horizontal dengan sudut 45 derajat untuk menghilangkan plak di gigi.

Untuk mencegah menyikat terlalu keras maka pegang sikat gigi seperti halnya tangan yang memegang pensil, bukan menggenggamnya. Cara sederhana ini paling efektif dalam menjaga gusi tetap sehat.

Sumber : health.kompas.com

Kebiasaan Sederhana yang Bikin Gigi Retak

Kebiasaan Sederhana yang Bikin Gigi Retak
Snack yang manis dan jus buah yang mengandung gula memang musuh utama  kesehatan gigi. Tetapi sebenarnya banyak kegiatan lain yang tampaknya tidak berbahaya tapi juga punya efek merusak gigi.

Kegiatan seperti olahraga ternyata juga berdampak buruk bagi gigi. Dokter gigi di Jerman menemukan, atlet yang berolahraga lebih lama memiliki jumlah air liur lebih sedikit sehingga menjadi lebih alkali. Kondisi ini akan mendorong pertumbuhan plak. Makin banyak waktu latihan yang dihabiskan, ternyata signifikan dengan gigi yang rapuh.

"Setiap hari kita melakukan hal-hal atau dihadapkan pada situasi yang berdampak pada gigi kita," kata Dr Stephen Pitt dari Dental Studio, Colchester, Essex.

Ketahui kebiasaan sederhana yang ternyata buruk bagi gigi.

1. Perubahan suhu
Minum sesuatu yang panas setelah Anda berada di cuaca dingin dapat menyebabkan retakan pada permukaan gigi. Perubahan suhu yang drastis akan menyebabkan retakan dangkal yang nyaris tak terlihat dengan mata telanjang tersebut.

Biasanya keretakan kecil hanyalah masalah estetika saja karena lama-lama gigi jadi bernoda akibat kopi atau anggur merah. Namun, jika terus terjadi dan masuk ke dalam dentin, hal ini dapat menyebabkan gigi sensitif.  Celah yang parah juga dapat merusak pulp atau saraf di dalam gigi, menyebabkan infeksi atau abses.

"Ini terjadi jika Anda sering terkena suhu ekstrim, sehingga efeknya  kumulatif, seperti terus-menerus menginjak es sampai terperosok," kata Dr Pitt.

Efek yang sama juga bisa ditimbulkan dari minum air es setelah mengonsumsi makanan panas. Kebiasaan mengigit es batu juga bisa membuat perubahan suhu mendadak pada gigi sehingga timbul retakan kecil.

2. Berenang dengan mulut terbuka
Berenang di kolam renang yang batas klorinnya tak diatur dengan teliti dapat menyebabkan erosi gigi, hilangnya jaringan keras dari permukaan gigi. Ini juga dapat menyebabkan gigi berubah warna dan lebih sensitif.

3. Obat demam

Antihistamin yang menjadi andalan untuk alergi ternyata dapat menyebabkan mulut kering dan memicu kerusakan gigi dalam jangka panjang. Obat ini bekerja dengan menghambat histamin, zat yang dilepaskan sistem imun ketika tubuh diserang patogen.

Namun, bukan hanya menghambat reseptor histamin, obat ini juga punya efek pada reseptor lainnya di tubuh, misalnya di lidah dan mulut. Hal inilah yang membuat mulut lebih kering.

Selain membuat tak nyaman, mulut kering juga dapat menyebabkan penyakit gusi yang menyebabkan gusi tertarik dari gigi dan membentuk kantong yang mudah terinfeksi. Gigi akhirnya longgar dan bahkan bisa rontok.

4. Membuka bungkusan dengan gigi

Menggunakan gigi untuk menahan jarum rajut atau menggigit benang dapat membuat lekukan di gigi depan yang dikenal sebagai takik penjahit. Sementara itu menggigiti kuku atau membuka bungkusan dengan gigi juga bisa menyebabkan tekanan pada gigi bagian depan dan menyebabkan retakan kecil.

5. Langsung menyikat gigi setelah makan

Asam dan gula yang dihasilkan ketika kita makan melemahkan enamel pelindung, meski sementara. Jadi jika Anda langsung menyikat gigi setelah makan, Anda menyikat enamel sebelum ia mengeras lagi.

"Tunggu setidaknya setengah jam, atau lebih baik sikat gigi Anda sebelum makan untuk menghilangkan bakteri saat menyantap makanan, dan kemudian segarkan diri setelah makan menggunakan obat kumur yang bebas alkohol," kata dokter gigi Phil Stemmer dari London. (Eva Erviana)