Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Tubuh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Godaan Makan Enak Saat Akhir Pekan Tak Perlu Ditakuti

Godaan Makan Enak Saat Akhir Pekan Tak Perlu Ditakuti
Mereka yang sedang menjalankan pola makan sehat kerap merasa sangat bersalah setelah "kecolongan" mengasup makanan berlemak dalam satu hari. Demikian juga mereka yang biasanya disiplin berolahraga tapi karena kesibukan tak sempat membakar keringat.

Sebenarnya perasaan bersalah karena merusak diet tersebut tak perlu. Samantha Cassety, pakar nutrisi, mengatakan bahwa sedikit longgar dalam makanan pada satu hari tak akan membuat kita langsung menjadi gemuk.

"Sebenarnya tidak mungkin kita naik berat badan dalam satu malam, bahkan jika kita menghabiskan satu rak makanan," kata Cassetty.

Ia menjelaskan, untuk mengalami kenaikan berat badan, kita harus makan 3.500 kalori lebih banyak dari yang biasanya kita makan. 

Jadi, jika pada hari-hari biasa kita makan 2.000 kalori, maka Anda harus menambahnya dengan 3.500, sehingga totalnya 5.500 kalori untuk naik berat badan sekitar 0,5 kilogram. Dan itu pun terjadi jika kita tak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Jumlah 3.500 kalori itu setara dengan dua sayap ayam (110 kalori), beberapa onion ring (340 kalori), satu porsi keripik (290 kalori), satu burger (860 kalori), seiris cake cokelat (795 kalori), dan tiga gelas wine (370 kalori). Itu adalah jumlah makanan yang banyak. 

Ada juga bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa tak gampang mendapat kenaikan berat badan dalam sehari setelah makan cukup banyak. 

"Meski ada orang yang mengaku berat badannya naik hampir 5 kg setelah liburan 6 minggu, tapi sebenarnya rata-rata orang hanya mengalami kenaikan sekitar setengah kilogram," katanya.

Tetapi, tak dipungkiri ada juga orang yang naik berat badan sampai 2,5 kilogram setelah hari raya. Tapi jumlahnya pun tak sampai 10 persen. 

Walau demikian, makan berlebihan bisa membuat perut merasa begah dan tidak nyaman keesokan harinya. 

"Selama kita bisa memperbaikinya di keesokan harinya, yakni dengan makan secara sehat dan kembali ke olahraga rutin, berat badan tak akan bertambah," kata Cassetty. 

Jadi, jangan terlalu takut menghadapi godaan makanan enak saat liburan atau akhir pekan. Tapi, pengendalian diri tetap dibutuhkan dan pastikan Anda konsisten melakukan aktivitas olahraga seperti biasa. 

Sumber : health.kompas.com

Kamis, 23 Oktober 2014

Untuk Bakar Kalori dari Sebotol "Soft Drink", Perlu Jalan Kaki 42 Menit

Untuk Bakar Kalori dari Sebotol "Soft Drink", Perlu Jalan Kaki 42 Menit
Pernahkah Anda memperhatikan jumlah kalori yang tercantum dalam kemasan makanan maupun minuman? Informasi jumlah kalori ini bermanfaat untuk Anda yang ingin membakar kalori. Bahkan sebaiknya dalam kemasan tersebut juga dicantumkan berapa lama harus beraktivitas fisik untuk membakar kalori tersebut.

Dalam botol minuman bersoda 500 ml, misalnya, mengandung 210 kalori. Untuk membakar kalori dari asupan minuman bersoda itu, Anda bisa berlari sejauh 4,2 mil atau berjalan kaki selama 42 menit untuk membakar kalori.

Para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore menemukan bahwa para remaja yang diberikan informasi mengenai kalori dan cara membakar kalori akan memilih minuman sehat atau botol soda yang lebih kecil.

Para ilmuwan ini juga menyarankan pemberian informasi gizi tersebut kepada restoran cepat saji. Misalnya, restoran tersebut memberikan informasi bahwa jika memakan burger keju ukuran besar, Anda harus berjalan sejauh 5,6 mil untuk membakar kalori. Maka, konsumen akan memilih hamburger yang lebih kecil dan hanya membutuhkan berjalan 2,6 mil.

Hasil penelitian yang dipublikasikan American Journal of Public Health menunjukkan, informasi kalori selalu diabaikan banyak konsumen. Mereka pun tidak mengerti jika hanya terdapat informasi kalori yang terkandung di dalam makanan atau minuman tersebut.

"Penelitian yang kami temukan, jika dijelaskan mengenai kalori dan dengan cara yang mudah dimengerti seperti berapa mil harus berjalan untuk membakar kalori itu, maka dapat mendorong perubahan perilaku," sebut penelitian itu.

Penelitian ini telah dilakukan terhadap enam toko di Baltimore yang menyajikan informasi lengkap dalam 590 ml minuman bersoda. Informasi itu berisi, jika ingin membakar 250 kalori dalam tubuh, dibutuhkan berjalan kaki selama 50 menit atau 5 mil.

Hasilnya, para konsumen yang umumnya kaum muda akhirnya membeli minuman yang lebih sehat dan dengan kalori yang lebih sedikit. Para peneliti mengatakan, mengurangi konsumsi minuman dengan kalori tinggi seperti minuman manis akan mencegah obesitas dan menurunkan berat badan.

Para ilmuwan di University of North Carolina menemukan bahwa informasi ini dapat membuat seseorang memilih makanan yang lebih sehat pada menu di restoran.

"Kami percaya bahwa dengan menampilkan label informasi tentang aktivitas fisik, memungkinkan seseorang untuk lebih memilih makanan dengan kalori yang lebih rendah," ujar Profesor Anthony Viera dari University of North Carolina.

Sumber : health.kompas.com

Mengapa Sering Makan di Restoran Bikin Gemuk?

Mengapa Sering Makan di Restoran Bikin Gemuk?
Untuk menjaga berat badan tetap ideal, kalori yang diasup tidak boleh melebihi kebutuhan kalori harian. Namun ada pula hal yang membuat orang "terpaksa" makan lebih banyak daripada jumlah kalori yang ia butuhkan. Bahkan terkadang orang tidak sadar makan lebih banyak.

Sebuah studi baru menemukan, orang yang sering makan di luar rumah cenderung makan lebih banyak daripada porsi makan ketika di rumah. Studi menemukan, orang yang terbiasa makan di luar rata-rata makan 200 kalori lebih banyak dalam sehari, termasuk lemak jenuh, gula, dan garam yang lebih banyak.

Kendati demikian, studi tersebut memiliki keterbatasan. Pasalnya studi tidak menjabarkan seberapa buruk kebiasaan makan di luar mempengaruhi kesehatan jika dibandingkan dengan orang yang terbiasa memasak sendiri. Selain itu, studi tidak menjelaskan keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari makan di luar, misalnya sosialisasi dan stres yang berkurang dari kegiatan memasak.

Menurut Lisa Powell, profesor peraturan dan administrasi kesehatan dari University of Illinois, Chicago, temuan ini memberikan pengertian lebih baik pada peran restoran terhadap pola makan. Kini lebih banyak orang makan di luar rumah dan laju obesitas pun kian meningkat.

Makan di luar seharusnya tidak menjadi masalah ketika makanan yang dimakan tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan makanan di rumah. Namun studi justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Rata-rata orang yang makan di restoran mengonsumsi 194 hingga 205 kalori tambahan setiap harinya. Mereka juga mengonsumsi lebih banyak lemak jenuh sekitar 2,5-3 gram, dan garam 296-451 miligram.

Lantas dari mana kalori tambahan tersebut berasal? Powell menjelaskan, makanan di restoran biasanya lebih padat, porsi lebih besar, lebih banyak kalori kosong dan minuman manis.

Susan Roberts, direktur di Energy Metabolism Laboratory di departemen pertanian AS, mengatakan, orang yang makan di restoran umumnya mengonsumsi makanan lebih banyak daripada yang mereka ingin makan. Ini karena sulit mengestimasi ukuran porsi makanan yang tersaji di restoran saat hanya melihat dari daftar menu.

"Orang selalu menganggap remeh makanan porsi besar, sehingga banyak orang yang tidak sadar ia telah makan lebih banyak dari yang seharusnya ia makan," ujarnya.

Meski begitu, sebetulnya makan di restoran masih dapat dilakukan tanpa harus khawatir meningkatan berat badan. Powell menyarankan untuk memesan setengah porsi dengan tambahan sayur-sayuran dan salad daripada goreng-gorengan. Selain itu, Anda juga lebih baik memilih minum air putih daripada minuman manis sebagai pelengkap makan.

Sumber : health.kompas.com

Membatasi Asupan Kalori Bikin Panjang Umur?

Membatasi Asupan Kalori Bikin Panjang Umur?
Mengurangi asupan kalori per hari sekitar 30 persen kini banyak dilakoni oleh sebagian orang. Mereka percaya bahwa diet rendah kalori dapat memperoleh vitalitas dan memberikan umur panjang. Benarkah demikian?

Berdasarkan penelitian seperti dikutip oleh National Institutes of Health (NIH) disebutkan bahwa pembatasan kalori memang memiliki beberapa efek positif pada kesehatan ketika diuji coba pada monyet. Namun, pada 2012 NIH mengumumkan bahwa membatasi asupan kalori belum terbukti dapat membuat seseorang berumur panjang.

Mereka yang membatasi asupan kalori percaya bahwa dengan mengosumsi sedikit makanan dapat mencegah penyakit kronis dan memberikan kesehatan yang optimal bagi tubuh. Namun, mereka tak pernah memperhatikan nilai gizi pada makanan yang mereka makan. Dengan kata lain, mereka bisa saja mengasup cheeseburger dan kentang goreng dalam porsi kecil setiap hari dan menilai makanan itu akan membuat mereka sehat.

Salah satu contoh program diet yang populer dari Weight Watchers seperti Nutrisystem. Mengurangi asupan kalori setiap hari mungkin dapat menurunkan berat badan Anda, tetapi dengan Weight Watchers, Anda masih bisa makan sepotong pizza setiap kali makan.

Jika Anda masih mengosumsi karbohidrat tinggi dan rendah nutrisi, dalam jangka panjang hal ini dapat berisiko terkena kanker, jantung, bahkan alzheimer atau demensia di kemudian hari.
Beberapa penelitian menunjukkan, untuk melakukan diet rendah kalori harus memperhatikan pentingnya kualitas maupun nilai gizi pada makanan. 

Penelitian dilakukan terhadap suatu kelompok di University of Wisconsin yang diberi makanan yang mengandung sukrosa tinggi atau gula tanpa bahan kimia. Ketika pola makan tidak sehat ini diberikan dalam jumlah rendah, monyet mengalami kesehatan yang lebih baik dan hidup lebih lama.
Diet rendah kalori saja tidak akan cukup untuk membuat Anda berumur panjang. Konsumsilah makanan bergizi yang akan membantu Anda tetap sehat. Dapatkan nutrisi dari konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.  Untuk mencegah penyakit kronik dan berumur panjang, juga perlu olahraga yang rutin.

Sumber : health.kompas.com

Jangan Hindari Makanan Tinggi Kalori Ini

Jangan Hindari Makanan Tinggi Kalori Ini
Menghindari makanan berkalori tinggi membantu kita menjaga berat badan. Namun tidak semua makanan berkalori tinggi harus dihindari. Ada juga makanan berkalori tinggi yang justru kaya gizi dan bermanfaat untuk kesehatan.

Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal (disebut juga monounsaturated fats atau MUFA), antioksidan, dan betakaroten yang membantu menjaga memori, menurunkan kolesterol jahat LDL dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) sehingga bagus untuk menjaga kesehatan jantung.
Untuk mendapatkan manfaatnya, makanlah separuh buah alpukat sehari. Agar kalorinya tidak berlebihan, konsumsilah buah alpukat bersama yogurt rendah lemak dan rendah gula.

Kacang-kacangan
Kacang almond, kacang mete, biji bunga matahari, kacang tanah termasuk jenis makanan kaya kalori. Kendati begitu, jenis makanan ini kaya protein, jenis lemak yang baik, serta, vitamin E, magnesium, zinc, folat dan potasium.

Makanlah kacang-kacangan ini hanya segenggam tangan saja dalam sehari. Untuk menikmatinya, kacang-kacangan itu bisa ditaburkan di sereal sarapan atau salad. Bisa juga nikmati kacang-kacangan ini bersama dengan buah sebagai camilan sebelum olah raga.

Keju
Produk susu tinggi lemak seperti keju cenderung kaya kalori. Selembar keju cheddar mengandung 113 kalori di dalam sebuah sandwich. Meski begitu, keju adalah makanan kaya protein dan kalsium. Hati-hati dengan kandungan kalori dan sodium di dalam keju. Batasi konsumsi keju dalam sehari.

Minyak Zaitun
Kendati dressing salad dan makanan yang digoreng cenderung menggemukkan, jangan hindari minyak zaitun. Lemak jenis ini menurunkan risiko penyakit jantung. Minyak zaitun memiliki kandungan antiradang pula. Satu sendok makan minyak zaitun extra virgin mengandung 120 kalori. Oleskan minyak ini di roti untuk mendapatkan manfaat sehatnya.

Kentang 
Dinilai kaya karbohidrat, kentang sering dihindari orang yang ingin hidup sehat. Padahal kentang ukuran sedang memiliki kandungan gizi zat besi, potasium dan serat. Kentang jadi tak sehat ketika digoreng, ditambahi keju. Nikmati kentang rebus dengan sedikit taburan garam atau sedikit minyak zaitun.

Sumber : health.kompas.com

Cara Tak Biasa Turunkan Risiko Artritis Reumatoid

Cara Tak Biasa Turunkan Risiko Artritis Reumatoid
Nyeri dan bengkak pada persendian merupakan gejala utama penyakit artritis reumatoid. Penyakit ini sebenarnya adalah penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh menyerang jaringan yang sehat, khususnya pada persendian. 

Meski penyakit ini seperti di luar kendali, tetapi sebenarnya kita bisa mengurangi risiko terkena artritis reumatoid (AR). Penelitian mengungkap beberapa gaya hidup yang ternyata dapat membantu mengurangi kemungkinan kita menderita penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan ini.

1. Menyusui 
Menyusui bayi bukan hanya memberikan nutrisi terbaik bagi bayi tapi juga memiliki manfaat menurunkan risiko terkena artritis reumatoid sampai setengahnya. Penelitian yang dilakukan di Tiongkok Selatan dan melibatkan 7000 perempuan membuktikan hal tersebut. 

Semakin lama para wanita menyusui, semakin rendah risiko mereka. "Pasti ada hubungan antara hormon dan artritis reumatoid," kata Dr Nathan Wei, peneliti klinis.

2. Berjemur 
Jangan musuhi sinar matahari karena sinar ultraviolet-B dari matahari merangsang sintesis vitamin D dan memicu respon imun yang membantu melawan AR. Kebanyakan wanita yang menderita AR juga diketahui kekurangan vitamin D. 

3. Berhenti merokok 
Merokok dapat meningkatkan risiko AR, bahkan dapat merusak tulang rawan, kata Shreyasee Amin, MD, ahli rematologi dan profesor kedokteran di Mayo Clinic di Rochester, Minn. 

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2013 di Arthritis Research & Therapy dan melibatkan 34.101 wanita Swedia menemukan, perokok yang telah berhenti 15 tahun sebelumnya kemungkinannya untuk mengidap artritis reumatoid 30 persen lebih kecil dibandingkan mereka yang baru berhenti sejak satu tahun sebelumnya.

4. Minum bir 
Ini adalah salah satu keuntungan mengonsumsi bir. Dalam studi yang melibatkan ratusan ribu perawat menemukan bahwa wanita yang minum 2-4 bir setiap minggu memiliki risiko yang lebih rendah menderita AR, dibanding dengan wanita yang tidak minum bir. Kuncinya adalah minum jangan berlebihan.

5. Pilih wine
Jika bir bukan pilihan Anda, maka pilihlah wine. Studi tahun 2012 menunjukkan, wanita yang minum lebih dari empat gelas wine setiap minggu memiliki risiko AR lebih rendah 37 persen. 

6. Memasukkan ikan dalam menu
Dalam penelitian yang melibatkan wanita Swedia tersebut para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan ikan minimal sekali setiap minggu memiliki risiko AR lebih rendah. Ikan mengandung asam lemak omega-3, lemak sehat yang bisa memperlambat proses peradangan.  (Eva Erviana)

Sumber : health.kompas.com

Jumat, 17 Oktober 2014

Daun Jarak Tintir Cepat Sembuhkan Luka

Daun Jarak Tintir Cepat Sembuhkan Luka
Ekstrak daun jarak tintir membantu mempercepat penyembuhan luka sayat kulit. Karena memakai daun, jarak tintir berpotensi jadi bahan dasar obat luka untuk produksi massal mengingat ketersediaan lebih terjamin.

Menurut anggota staf pengajar di Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta, Juniarti, jarak tintir (Jatropha multifida L) umumnya dipakai masyarakat untuk mengobati luka pada kulit. Salah satunya adalah warga suku Minangkabau di Sumatera Barat.

”Ekstrak daun jarak tintir terbukti mempercepat penyembuhan luka pada fase inflamasi dan proliferasi,” kata Juniarti saat mempertahankan disertasi ”Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jarak Tintir secara Topikal pada Proses Inflamasi dan Fibroplasia Luka Sayat Kulit”, Rabu (20/8), di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Ia meraih gelar doktor Ilmu Biomedik dengan yudisium sangat memuaskan.

Fase inflamasi ditandai pembengkakan dan pergerakan leukosit polimorfonuklear (PMN) atau sel darah putih ke area luka untuk membantu membersihkan jaringan mati dan mikroorganisme. Adapun pada fase proliferasi, terbentuk pembuluh darah baru untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke daerah luka.

Juniarti melaksanakan riset itu selama dua tahun dengan memanfaatkan 54 tikus putih jantan strain Spraque Dawley. Ia membuat luka sayatan pada sejumlah tikus, lalu meneteskan ekstrak daun jarak tintir di area luka. Hal itu dibandingkan kondisi area luka sayat tikus lain yang diberi perlakuan berbeda, antara lain diberi pelarut alkohol, terapi steroid, dan tanpa obat.

”Pada hari ketiga, jika tak diberi ekstrak daun jarak tintir, area luka masih bengkak, menandakan banyak leukosit PMN. Jika diberi ekstrak, jumlah leukosit lebih rendah 60 persen, artinya inflamasi lebih cepat,” ujarnya. Pembentukan pembuluh darah baru lebih cepat pada fase proliferasi.

Ketua tim penguji, pengajar Ilmu Bedah Plastik FK UI, Yefta Moenajat, mempertanyakan efek samping pemakaian ekstrak itu. Juniarti menjawab, ekstrak aman diteteskan pada luka kulit. Buktinya, saat uji hipersensitivitas pada tikus, di area luka, tidak ada indikasi kemerahan, pembengkakan, dan kerontokan rambut.

Salah satu penguji, peneliti pada Pusat Teknologi Farmasi dan Medika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Agung Eru Wibowo, menyatakan, hasil riset itu berpotensi dikembangkan ke ranah komersial. Dibandingkan memakai getah, daun lebih mudah diperoleh dan menjamin ketersediaan bahan baku industri.

Hasil riset itu butuh sejumlah riset dasar lagi sebelum siap dikomersialkan, di antaranya identifikasi senyawa aktif yang mempercepat penyembuhan. (A03)

Sumber : health.kompas.com

Jangan Gunakan Alkohol untuk Bersihkan Luka

Jangan Gunakan Alkohol untuk Bersihkan Luka
Ketika terluka, bukan alkohol yang pertama kali Anda cari saat ingin melakukan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Membersihkan luka dengan alkohol sebenarnya merupakan tindakan yang keliru.

Dokter Jaka Suganda dari perusahaan produk kesehatan dan kecantikan, PT Beiersdorf Indonesia menjelaskan, alkohol memang mengandung desinfektan untuk membunuh bakteri. Namun, ketika pembuluh darah terbuka karena luka, pemberian alkohol justru bisa merusak jaringan sekitarnya.

"Alkohol bisa merusak sel-sel yang mau tumbuh, jadi penyembuhan agak lama," kata Jaka saat ditemui seusai acara produksi plester Hansaplast ke 1 miliar di Production Center Beiersdorf Malang, Jawa Timur, Kamis (16/10/2014). 

Selain itu, alkohol juga bisa masuk ke aliran darah melalui kulit yang terluka. Hal ini pun tidak baik bagi kesehatan. 

Sebelum diobati, luka memang harus dibersihkan terlebih dahulu. Menurut Jaka, sebaiknya dibersihkan menggunakan air steril. Namun, jika tidak ada air steril, bisa dengan air bersih.
"Sebaiknya air steril disediakan di kotak P3K di rumah kita," kata dia.

Menurut Jaka, penggunaan rivanol juga diperbolehkan karena dapat membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan kuman pada kulit yang terluka. Setelah daerah luka benar-benar bersih, barulah diobati.

Untuk membunuh kuman atau bakteri di darah luka, teteskan obat merah. Selain itu, bisa juga menutup luka dengan plester. Sementara itu, jika luka cukup lebar, gunakan  kasa steril. Penanganan luka ini hanya untuk pertolongan pertama. Jika luka cukup serius, pergi lah ke rumah sakit terdekat.

Sumber : health.kompas.com

Pengaruh Kebiasaan Masturbasi pada Hubungan Seksual

Pengaruh Kebiasaan Masturbasi pada Hubungan SeksualPria dan wanita memang memiliki cara berbeda dalam menikmati seks, termasuk di antaranya pada kebiasaan memuaskan diri sendiri alias masturbasi. Yang tidak banyak disadari adalah kebiasaan ini ternyata berpengaruh pada hubungan seksual dengan pasangan.

Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine mengungkapkan, pria yang punya kebiasaan tidak biasa dalam masturbasi biasanya menderita berbagai gangguan seksual. Masturbasi tidak biasa ini didefinisikan sebagai teknik yang tidak mudah digantikan dengan tangan, mulut, atau vagina.

Pria yang punya kebiasaan masturbasi yang tidak wajar itu biasanya memuaskan diri dengan berbagai rangsangan, entah itu film porno hardcore yang bermuatan kekerasan ataupun sedotan dari penyedot debu. Para pria ini ternyata mengalami frustrasi karena tidak bisa terpuaskan saat bercinta dengan pasangannya.

Gangguan seksual yang dialami pria penggemar masturbasi tidak wajar, antara lain, sulit dipuaskan, libido rendah, sulit ereksi, dan sulit mencapai orgasme.

Dokter atau terapis seks biasanya akan meminta pria tersebut untuk tidak melakukan masturbasi, diikuti dengan intervensi seksual berupa tindakan masturbasi yang mirip dengan penetrasi sehingga mereka dapat kepuasan dari penetrasi seksual dengan pasangannya. Mereka juga disarankan untuk lebih fokus pada sensasi dan kenikmatan yang dialami saat bercinta.

Biasanya setelah terapi tersebut dilakukan satu bulan, para pasien mengalami peningkatan kepuasan seksual dari pasangannya dan gangguan seksualnya berkurang.

"Ereksi adalah respons dari suatu kondisi. Jadi jika ia hanya bisa ereksi dan ejakulasi pada satu kondisi tertentu saja, maka hanya itu yang akan dicarinya," kata terapis seks Brandy Engler. 

Ia menambahkan, jika periode pantang masturbasi tersebut tidak juga membantu, mungkin sebenarnya adalah masalah emosional yang tersembunyi sehingga mereka hanya bisa ejakulasi jika "bermain solo".

"Faktor kecemasan, bosan, atau amarah terpendam bisa membuat seorang pria tidak merasa puas saat bercinta dengan pasangannya. Karena itu, akar masalahnya harus dicari," katanya.

Sumber : health.kompas.com

Bagaimana Virus Ebola Menular?

Bagaimana Virus Ebola Menular?
Pemberitaan yang marak mengenai virus ebola membuat penyakit ini menjadi bahan pembicaraan dan menimbulkan ketakutan. Terlebih saat ini diperkirakan lebih dari 7.000 orang, mayoritas di Afrika, tertular penyakit ini dan hampir 4000 orang meninggal dunia.

Ketakutan terhadap penularan ebola, menurut Tom Frieden, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), adalah hal yang normal karena akan meningkatkan kewaspadaan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, virus ebola telah menyebar secara signifikan di Liberia. Ribuan kasus baru diprediksi bakal bermunculan dalam beberapa pekan ke depan. 

Sebagian besar negara juga meningkatkan kewaspadaannya terhadap virus ini. Indonesia sendiri juga melakukan pemperketat syarat bagi orang asing yang masuk ke Indonesia, terutama yang berasal dari Afrika. 

Meski jumlah korban yang tertular ebola terus bertambah, sebenarnya virus ini tak menular dengan mudah. Menurut Frieden, risiko orang kebanyakan untuk tertular ebola sangat kecil. "Virus ini tak seperti flu atau cacar. Ia tak gampang menyebar," katanya.

Virus ebola tidak bisa hidup di luar tubuh manusia. Di permukaan yang kering, virus hanya bisa bertahan hidup paling lama beberapa jam. Namun di cairan seperti darah (karena itu hanya petugas kesehatan dan anggota keluarga pasien yang perlu khawatir), virus ini dapat bertahan beberapa hari. 

Berikut adalah cara penularan ebola:
- Melalui kontak dekat dengan orang yang sakit ebola
- Melalui kontak dekat dengan cairan tubuh dari orang yang sakit ebola (darah, ASI, urine, air liur, keringat, feses, dan cairan mani).
- Melalui jarum suntik yang sudah dipakai oleh pasien ebola.
- Melalui sentuhan ke hewan yang terinfeksi ebola.

Virus ebola tidak menular melalui udara, air, makanan (kecuali daging yang berasal dari hewan terinfeksi ebola), nyamuk dan serangga lain, serta kontak dengan orang yang sudah sembuh dari ebola. 

Sumber : health.kompas.com