Selasa, 30 September 2014

Sayuran dan Buah Lokal Lebih Sehat dari Produk Impor?

Sayuran dan Buah Lokal Lebih Sehat dari Produk Impor?
Berbagai macam sayuran dan buah-buahan dapat tumbuh subur di atas tanah ibu pertiwi. Meski demikian, produk pangan impor juga merajalela di Indonesia. Para petani lokal pun bisa gigit jari karenanya. Padahal, produk lokal seperti sayuran dan buah-buahan dinilai memiliki kandungan gizi yang lebih sehat daripada produk impor.

Produk lokal yang dijual di pasaran tidak melalui proses pengawetan. Sayuran dan buah-buahan lebih segar karena langsung didistribusikan setelah dipanen dari kebun petani.

"Misalnya, kalau dari luar harus diawetkan dulu, ada proses bioteknologi, jadi sayuran atau buahnya tetap segar walau perjalanan jauh. Padahal makanan itu tidak didesain untuk perjalanan panjang," kata Ketua Agritektur, Robbi Zidna Ilman di Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Menurut Robbi, nutrisi yang dihasilkan dari sayuran dan buah-buahan lokal juga bisa lebih baik dibanding produk impor. Sebab, terkadang bahan pangan impor dipanen sebelum waktunya agar tidak mengalami pembusukan ketika sampai di pasaran Indonesia. Hal ini lah yang membuat kandungan nutrisi dari sayuran atau buah-buahan tersebut tidak maksimal.

"Kalau lokal, meskipun bukan bahan pangan organik, memiliki rasa yang lebih baik dan nutrisi lebih tinggi karena dipanen saat benar-benar matang. Bahan pangan juga dijual segar setelah dipanen," terang Robbi.

Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan, makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal juga dapat berkontribusi bagi lingkungan. Semakin jauh jarak yang ditempuh bahan pangan sebelum diterima konsumen, maka makin banyak energi terbuang. Distribusi bahan pangan menyumbang emisi karbon di bumi.

Komunitas Agritektur asal Bandung, Jawa Barat ini pun menggelar "Eat Local" untuk mendukung produk pangan lokal dari para petani. Dalam kegiatan ini, Agritektur mengundang petani lokal untuk menjual langsung hasil panen mereka di Parappa atau Pasar Patani. Salah satunya adalah Asep Kurnia, petani asal Desa Ciburial, Bandung.

Asep merupakan petani sayuran maupun tanaman yang menanam tanpa pestisida atau bahan kimia lainnya. Menurut Asep, ia dapat berbagi pengalaman dengan menjual langsung hasil panennya ke konsumen. Kegiatan ini juga sekaligus untuk membantu perekonomian para petani lokal.

Sementara itu, pakar ilmu gizi dari Institus Pertanian Bogor Ahmad Sulaiman sebelumnya pernah mengungkapkan, bahwa produk pangan lokal memiliki keunggulan lebih dibanding produk impor.

Mengonsumsi pangan lokal terutama buah dan sayuran asli Indonesia, tak hanya mendapat nutrisi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat membantu mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes, kanker, stroke atau pun sakit jantung.

Bahan pangan lokal relatif lebih aman, apalagi jika tanpa pestisida dan pengawet. Sementara itu, produk impor sangat dimungkinkan disemprot pestisida dan dilapisi fungisida untuk mencegah pembusukan selama pendistribusian.

Sumber: health.kompas.com

Konsumsi Daging Anjing Bisa Timbulkan Penyakit

Konsumsi Daging Anjing Bisa Timbulkan Penyakit
Anjing merupakan hewan kesayangan atau peliharaan banyak manusia. Anjing juga bukan hewan ternak seperti ayam, kambing, dan sapi. Meski demikian, konsumsi daging anjing bagi manusia rupanya masih marak di berbagai negara termasuk di Indonesia. Padahal, konsumsi daging anjing bisa menimbulkan penyakit seperti kolera dan trikinelosis.

Karin Franken, aktivis dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mengatakan, daging anjing yang diperjualbelikan untuk dikonsumsi sebagian besar berasal dari anjing liar.

"Jangan mau makan anjing. Tidak ada standar kebersihan saat mereka dipotong, bagaimana cara memotongnya, bagaimana cara memasaknya. Itu tidak ada prosedurnya," kata Karin di Jakarta, Minggu (28/9/2014).

Pemotongan anjing untuk dikonsumsi tentunya terlepas dari pengawasan Dinas Kesehatan setempat karena anjing bukan hewan ternak. Kesehatan anjing liar pun dipertanyakan. Anjing-anjing itu sebagian besar belum bebas dari virus rabies.

Menurut Karin, rabies sangat rentan menyebar ketika proses distribusi anjing liar itu ke sejumlah daerah. Rabies juga bisa menular kepada orang-orang yang mengurusi anjing liar tersebut.

"Apa sebabnya rabies nyebar di daerah? Hasil investigasi JAAN, penjualan daging anjing kasih kontribusi amat besar penyebaran rabies," kata Karin.

Perdagangan anjing untuk dikonsumsi manusia menyebar di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Bali, Medan, hingga Manado.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Agus Purwadianto mengatakan, rabies merupakan penyakit dengan tingkat kematian mencapai 100 persen bagi penderitanya. Manusia tertular rabies dari luka gigitan atau pun cakaran anjing tersebut. Rabies berbahaya karena menyebabkan infeksi akut pada susunan saraf pusat manusia.

JAAN pun terus mengampanyekan "Dog are Not Food" atau anjing bukan lah makanan. Perlakuan terhadap anjing yang ditangkap hingga dipotong dagingnya untuk konsumsi dinilai melanggar Undang-undang Nomor 18 tahun 2009  terkait kesejahteraan hewan.

Sumber: health.kompas.com

Berapa Lama Makanan Bisa Disimpan di Dalam Kulkas?

Berapa Lama Makanan Bisa Disimpan di Dalam Kulkas?
Apakah Anda adalah salah satu orang yang tidak tega membuang makanan dan memilih menyimpannya? Jika ya, sudah tahukah Anda berapa lama makanan bisa disimpan dalam kulkas?

Banyak orang yang menanti terlalu lama sebelum membuang makanan rusak. Biasanya kita menunggu makanan berubah warna, aroma, dan tekstur baru kemudian membuangnya. Saat hal itu terjadi, tentu makanan sudah sangat rusak.

Jadi sebenarnya berapa lama makanan bisa disimpan dalam kulkas? Tergantung makanan apa. Buah dan sayur dalam kondisi optimal biasa dapat disimpan hingga beberapa minggu. Tetapi, jika buah sudah dipotong, habiskan dalam tiga hingga empat hari.

Susu bisa diminum hingga 10 hari setelah tanggal kedaluwarsa asal Anda menyimpannya di bagian kulkas yang dingin, bukan di rak pintu. Keju batang kesukaan Anda bahkan masih bisa dimakan hingga enam bulan setelah tanggal kedaluwarsa jika dibekukan.

Jadi sebenarnya banyak makanan yang masih bisa dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsanya berlalu. Telur mentah berumur tiga hingga lima minggu dalam kulkas. Daging bisa disimpan hingga dua hari di kulkas atau dua bulan lebih jika dibekukan.

Bagaimana dengan makanan sisa? Berapa lama makanan sisa bisa disimpan dalam kulkas? Buang dalam tiga atau empat hari, atau bekukan dan simpan hingga tiga bulan. Jangka waktu serupa juga berlaku untuk roti. Jika dibekukan, roti bisa bertahan sampai tiga bulan.

Daging ikan sendiri bisa disimpan selama dua hari saja di kulkas. Akan tetapi, jika Anda membekukannya, daging ikan masih aman dikonsumsi hingga tiga bulan setelahnya. Jadi sekarang Anda bisa membuka kulkas dan mulai menyeleksi makanan mana yang sudah tidak layak dikonsumsi. (Lila Nathania/Intisari)

Sumber: health.kompas.com

Selasa, 23 September 2014

Pernah Serangan Jantung, Jangan Berlebihan Olahraga

Pernah Serangan Jantung, Jangan Berlebihan Olahraga
Orang yang pernah mengalami serangan jantung disarankan untuk berolahraga rutin untuk memperbaiki kesehatan jantungnya. Namun sebuah studi mengungkapkan, ada batasan tertentu bagi mereka untuk mendapatkan hasil yang optimal.

"Berolahraga lebih banyak bukan berarti lebih baik bagi mereka," ujar peneliti studi Paul Williams, peneliti di Lawrence Berkeley National Laboratory, California, AS.

Williams dan timnya menganalisis sekitar 2.400 orang yang pernah mengalami serangan jantung untuk pola olahraga yang mereka lakukan. Studi jangka panjang itu mengikuti peserta yang melakukan olahraga berlari dan berjalan kurang lebih selama 10 tahun. Umumnya, peningkatan porsi olahraga mengurangi risiko meninggal karena penyakit jantung hingga 65 persen.

Namun berlari lebih dari 48,2 kilometer (km) atau berjalan lebih dari 74 km per minggunya justru akan memberikan dampak yang sebaliknya. Peneliti mengungkapkan, porsi olahraga tersebut justru dapat melipatgandakan risiko serangan jantung. Dalam periode studi ini, 526 peserta meninggal, hampir tiga perempatnya dikarenakan serangan atau penyakit jantung.

Karena studi ini terbatas untuk orang yang pernah mengalami serangan jantung, maka Williams belum dapat memastikan hasil temuan ini dapat diaplikasikan bagi seluruh orang dewasa sehat, khususnya yang hobi berolahraga berlebihan.

Sementara itu, olahraga berlebihan pada orang yang pernah mengalami serangan jantung cukup jarang terjadi. Dari seluruh peserta studi, hanya 6 persen yang mencapai ambang batas yang ditetapkan peneliti tersebut. Pada mayoritas peserta, meningkatkan porsi olahraga dalam batas moderat mengurangi risiko kematian yang terkait dengan penyakit jantung.

Carl Lavie, direktur medis rehabilitasi dan preventif jantung di John Ochsner Heart and Vascular Institute, mengatakan, studi ini menunjukkan, orang tidak perlu melakukan terlalu banyak olahraga untuk mendapat manfaat optimal, khususnya untuk memperbaiki kesehatan jantung.

Para pakar sepakat, rekomendasi 150 menit latihan intensitas moderat dan 75 menit latihan intensitas berat dalam seminggu sudah cukup bagi setiap orang secara umum.

Sumber: health.kompas.com

Lebih Mudah Berhenti Merokok Pasca Serangan Jantung

Lebih Mudah Berhenti Merokok Pasca Serangan Jantung
Gaya hidup moderen yang kurang olah raga, senang makan enak dan sering terkena stres memicu timbulnya berbagai penyakit serius seperti jantung koroner. 

“Dulu penyakit jantung koroner ini dialami oleh mereka berusia 60-an tahun. Belakangan ini semakin sering usia 30 dan 40-an tahun terkena penyakit jantung koroner. Gaya hidup menyebabkan orang usia muda terkena penyakit ini . Padahal penyakit ini sangat mudah dicegah dengan gaya hidup sehat,” ujar Dr. Daniel Tanubudi, SpJP, ahli penyakit jantung dari Eka Hospital, BSD, Tangerang.

Serangan jantung muncul dengan gejala rasa tertekan beban berat di dada kiri, panas, mual dan muntah. Rasa sakit itu menjeler ke leher, bahu, lengan kiri. “Penderita juga bisa mengalami nyeri di ulu hati seperti sakit maag. Keluar juga keringat dingin,” katanya.

Dalam keadaan seperti ini, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. “Jangan buang waktu. Saat terkena serangan jantung, pasokan oksigen dan nutrisi untuk seluruh tubuh berkurang. Kalau buang waktu, semakin banyak otot jantung yang hilang kemampuannya dalam memompa darah. Pasien menjadi mudah lelah saat berjalan sedikit saja,” katanya.

Ketika ini sudah terjadi, pilihan yang tersedia untuk pasien bisa berupa operasi bypass seharga lebih dari 100 juta rupiah. “Bisa pula mendapatkan kateterisasi, prosedur invasif memasukkan selang di pembuluh jantung. Bagian pembuluh yang tersumbat diberi balon agar penyumbatan terdesak. Kemudian jantung dipasang sten,” ungkap Dr. Daniel. Satu sten harganya berkisar 40-50 juta.

Daripada menghabiskan uang ratusan juta rupiah untuk penyakit jantung, lebih baik melakukan pencegahan yang tak membutuhkan biaya sama sekali. “Berhentilah merokok, jaga tekanan darah tetap normal, hindari kegemukan dan diabetes. Jangan malas berolah raga,” ujarnya.

Dr. Daniel menyadari sangat sulit menyadarkan orang yang berisiko tinggi kena serangan jantung untuk mulai hidup sehat. “Mereka mungkin sekarang belum terkena. Lima atau 10 tahun lagi mereka bisa kena serangan jantung. Bila sudah terkena, lebih mudah bagi mereka untuk berhenti merokok dan mengatur pola makan lebih sehat,” katanya.

Sumber: health.kompas.com

Pemasangan Cincin di Jantung, Tak Jamin Bebas Serangan Jantung

Pemasangan Cincin di Jantung, Tak Jamin Bebas Serangan Jantung
Selain perubahan pola makan dan diet, melakukan pemasangan cincin metal (stent) adalah cara yang lebih efektif untuk mengatasi pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat. Prosedur ini disebut juga dengan angioplasti koroner.

Penyempitan pembuluh darah selain dapat menyebabkan serangan jantung, juga bisa menimbulkan angina (nyeri dada). Stent yang dipasang bertujuan menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka.

Banyak pasien yang melakukan prosedur pemasangan stent yakin bahwa tindakan ini akan mengurangi risiko mereka terkena serangan jantung di kemudian hari. Namun, para dokter menegaskan bahwa prosedur angioplasti koroner bukan jaminan mereka akan terbebas dari serangan jantung.

"Pasien sering mengira terapi ini akan menyelamatkan mereka dari serangan jantung atau memperpanjang usia. Tetapi sebenarnya tidak ada studi ilmiah yang menunjukkan hal tersebut," kata Dr.Aseem Malhotra, konsultan kardiologi dari Inggris.

Ia mengatakan, kebanyakan dokter jantung sering lupa untuk memberikan informasi ini kepada pasiennya.

Dalam sebuah penelitian di Amerika, diketahui 9 dari 10 pasien yang mengalami angina berulang yakin bahwa angioplasti akan menurunkan risiko mereka terkena serangan jantung.

Metode angioplasti memang kerap dipakai sebagai prosedur darurat untuk menjaga aliran darah tetap lancar pada pasien yang kena serangan jantung. Diperkirakan setiap tahunnya 60.000 pasien menjalani angioplasti akibat serangan jantung.

Malhotra menjelaskan, angioplasti memang bisa mengurangi frekuensi dan keparahan nyeri dada pada orang yang mengalami angina berulang. Tetapi, menurutnya pasien harus diberikan informasi yang lengkap sebelum membuat keputusan untuk melakukan operasi.

"Walau sudah dipasangi stent, tetapi pasien harus didorong untuk melakukan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat statin untuk mengurangi risiko serangan jantung," katanya.

Sumber: health.kompas.com

Anak Kurang Gizi Berisiko Sakit Jantung Saat Dewasa

Anak Kurang Gizi Berisiko Sakit Jantung Saat Dewasa
Untuk memperoleh pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, setiap anak-anak perlu mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang. Tidak hanya berdampak jangka pendek, kurang gizi pun dapat berdampak panjang, bahkan hingga dewasa.

Sebuah studi baru yang dipublikasi dalam jurnal Hypertension mengungkap, orang dewasa yang semasa kecilnya dulu kurang gizi cenderung memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Ini karena mereka umumnya menderita tekanan darah yang tinggi dan perkembangan jantung yang tidak optimal.

Terrence Forrester, ketua studi mengatakan, nutrisi sangat dibutuhkan di masa pertumbuhan. Jika tidak dipenuhi maka seseorang berpotensi mengalami ketidaksempurnaan pertumbuhan yang tidak dapat diperbaiki.

"Kurang gizi memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap anatomi jantung dan aliran darah di masa depan," ujarnya.

Forrester dan timnya membandingkan kesehatan dari 116 orang dewasa yang pernah mengalami kurang gizi di Jamaika dengan 45 pria dan wanita yang tak pernah mengalaminya. Saat studi berlangsung, rata-rata peserta berusia 20 hingga 30an. Mereka menjalani pemeriksaan ekokardiogram untuk mengevaluasi fungsi jantung mereka. Peneliti juga mengukur tinggi dan berat badan, serta tekanan darah peserta.

Orang dewasa yang pernah mengalami kurang gizi selama anak-anak lebih mungkin memiliki tekanan darah diastol yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengalaminya. Darah mereka juga cenderung sulit untuk mengalir di pembuluh darah yang kecil dan jantung mereka pun tidak efisien dalam memompa darah.

"Mereka yang pernah mengalami malnutrisi dikhawatirkan akan megalami risiko hipertensi yang lebih tinggi di kemudian hari," ujar Forrester.

Maka pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang pada anak-anak, lanjut dia, merupakan salah satu bentuk investasi kesehatan, khususnya dalam mencegah penyakit kronik seperti penyakit jantung dan penyakit metabolik lainnya yang memakan banyak biaya yang tidak sedikit.

Sumber: health.kompas.com