Sabtu, 04 Oktober 2014

Benarkah Daging Kambing Bagus untuk Tekanan Darah Rendah?

Benarkah Daging Kambing Bagus untuk Tekanan Darah Rendah?
Sebentar lagi kita akan berhari raya Kurban. Di Hari Raya ini sebagian masyarakat akan menikmati makanan yang mengandung daging kambing atau daging sapi. Jika ingat daging kambing saya ingat beberapa mitos yang sangat diyakini masyarakat kebenarannya.

Mitos pertama, masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi (TD < atau = 90/60) akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensi darahnya naik. 

Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi karena berbagai sebab, kelelahan atau kurang tidur. Tensi yang rendah juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahkan gagal jantung. 

Tapi pada sebagian masyarakat, tanpa melihat kenapa tekanan darahnya rendah langsung menkonsumsi daging kambing secara berlebihan. Kalau tensi turun karena gangguan jantung, konsumsi daging kambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan.

Dampak langsung akibat menkonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Kalau kebetulan mempunyai penyakit GERD (penyakit dimana asam atau isi lambung balik arah ke atas), maka GERDnya akan bertambah parah setelah menkonsumsi daging kambing berlebihan. Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah. Apalagi setelah makan kita langsung tidur karena kekenyangan. 

Mitos kedua yang juga beredar ditengah masyarakat adalah bahwa “torpedo” atau testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual. Ternyata hal inipun tidak sepenuhnya benar. 

Memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetapi sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan.

Daging kambing juga daging merah lain seperti daging sapi mengandung tinggi lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh yang banyak mengandung LDL lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita. 

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Daging kambing termasuk juga daging sapi yang akan menjadi santapan utama hari raya Kurban mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan, tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita. 

Jangan lupa imbangi banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan.

Salam sehat, selamat makan daging kurban dan tetap sehat.

Sumber : Merdeka.com

Biasakan Tidur Siang untuk Tingkatkan Produktivitas

Biasakan Tidur Siang untuk Tingkatkan Produktivitas
Masyarakat modern yang menjunjung tinggi produktivitas menganggap tidur sebagai suatu bentuk kemalasan yang membuang-buang waktu. Bahkan kantuk telah dianggap sebagai suatu penyakit yang harus dicarikan obatnya. 

Lihat saja berbagai iklan di media. Banyak produk yang menawarkan solusi mengatasi kantuk. Artinya, mengantuk itu salah dan banyak orang yang mengantuk. Para produsen melihat kesempatan besar pada orang yang mengantuk. Singkatnya: Indonesia mengantuk!

Di Amerika, angka pengantuk ini lebih jelas terlihat pada data yang dikeluarkan oleh the National Sleep Foundation. Dinyatakan bahwa 29% dari para pekerja, yang bekerja sembilan jam sehari selama 5 hari perminggu, mengaku mengantuk bahkan tertidur di tengah pekerjaan.

Kantuk

Lalu apa sebenarnya kantuk ini? Bagaimana mengantuk mempengaruhi produktivitas kerja? Benarkah orang yang mengantuk itu malas? Bagaimana jika kita mengantuk di tempat kerja atau belajar? Peran kopi bagaimana?

Mengantuk adalah hal wajar. Mengantuk merupakan sinyal tubuh bahwa kita kekurangan suatu “kebutuhan”, tidur. Kantuk sebenarnya sama seperti rasa lapar atau haus.

Kenali juga gejala-gejala yang selalu menyertai kantuk. Turunnya kemampuan berkonsentrasi, daya ingat dan ketelitian. Sering membuat kesalahan, ceroboh dan emosional. Kemampuan mengambil keputusan yang buruk juga terbukti disebabkan oleh kurangnya tidur.

Nap a Latte

Bayangkan saja, pada suatu siang setelah istirahat makan. Dalam kondisi kenyang, dan tertiup semilir AC, Anda dihadapkan pada pekerjaan. Sementara mata berat, dan otak sulit untuk diajak berkompromi. Apakah Anda akan tidur siang sejenak? Atau memanggil OB untuk menyeduhkan secangkir kopi?

Jawaban paling tepat adalah keduanya. Minum kopi lalu tidur siang sebentar.

Para ahli kesehatan tidur selalu mengingatkan bahwa tak ada satu zat pun di dunia yang dapat menggantikan efek restoratif tidur. Segala kemampuan berkonsentrasi, daya ingat dan kreativitas, hanya dibangun oleh tidur. Kafein dalam kopi hanya akan menunda kantuk tanpa mengembalikan kemampuan kognitif otak untuk kembali bekerja.

Tapi, tak ada salahnya kita ambil manfaat keduanya. Kenali sifat kopi. Kafein baru akan bekerja setelah 30 menit dikonsumsi. Namun ia bisa mempengaruhi kerja otak selama 9-12 jam. Untuk itu perhatikan waktu ngopi juga. Jangan sore hari.

Nap a Latte, adalah istilah untuk menikmati kopi, lalu dilanjutkan dengan tidur siang selama 20-30 menit. Dengan demikian, kita akan mendapatkan segala manfaat tidur dan kafein. Setelah tidur siang sekurangnya 20 menit kita akan bangun segar dengan semangat dan kemampuan bekerja yang kembali optimal. Apalagi, karena telah minum kopi sebelum tidur, saat bangun efek kafein juga mulai bekerja.

Tidur Siang nan Produktif

Jika sebelumnya tidur siang dianggap aib besar karena menunjukkan sifat pemalas. Kini tidur siang justru dianggap sebagai sebuah tindakan produktif. Lihat saja berbagai perusahaan besar seperti Google atau Nike, mereka menyediakan fasilitas khusus untuk membantu tidur siang karyawannya. Juga berbagai perusahaan besar di Jepang, setelah jam makan siang, disediakan waktu sunyi dimana lampu dimatikan sebagian, dan suasana dibuat tenang agar karyawan yang merasa kelelahan bisa tidur siang sebentar untuk kembalikan kebugarannya.

Perlu diingat, menyikapi kantuk di tempat kerja bukanlah dengan tidur siang, tetapi dengan mencegahnya. Cukupi kebutuhan tidur di malam hari secara rutin.

Kapan?

Tidur siang di tempat kerja sebaiknya dilakukan setelah makan siang. Karena pada jam-jam tersebutlah jam biologis kita menurunkan keterjagaan sehingga kita merasa mengantuk.

Tidur siang cukup selama 20-30 menit saja. Satu siklus tidur, di siang hari sudah akan tercapai setelah 20 menit. Berbeda dengan tidur malam yang butuh 1,5-2 jam untuk melengkapi satu siklus tidur. Tidur siang tidak disarankan lebih dari 30 menit, sebab dikhawatirkan kita akan terbangun pada tahap tidur dalam. Akibatnya kita bisa merasa tak nyaman berupa sakit kepala, berat atau malah tak segar. Terbangun dari tidur dalam tidaklah nyaman. Saat terbangun kita perlu beberapa saat untuk benar-benar “nyambung”.

Di mana?

Di mana kita bisa tidur siang? Di mana saja bisa, asalkan nyaman. Baik di meja kerja, ruang rapat, bersandar di kursi, sofa atau mobil.

Selain itu buat suasana senyaman mungkin. Suhu yang sejuk, cenderung gelap dan tidak ramai. Untuk membantu, Anda bisa menggunakan masker yang menutupi mata. Agar nyaman gunakan juga earphone yang tersambung dengan alat pemutar musik hingga Anda bisa mendengarkan musik lembut penghantar tidur. Tapi jangan lupa nyalakan alarm agar tidak tidur kebablasan.

Pengalaman saya, memang tak banyak tempat kerja yang dapat mengakomodasi kebiasaan sehat dan produktif ini. Tetapi bicarakan saja dengan atasan. Saya yakin atasan pun beberapa waktu merasa mengantuk dan sulit produktif di siang hari. Tak perlu juga mewajibkan semua orang untuk tidur siang, ada juga lho orang-orang yang cukup tidur di malam hari hingga tak butuh tidur siang lagi.

Akhir kata, bagi Anda yang merasa sebagai sleep deprived zombies di tempat kerja, selamat mencoba!

Peringatan: jika Anda terus mengantuk walau sudah cukup tidur, mungkin Anda derita hipersomnia. Jangan berkendara, dan periksakan diri ke dokter.

Sumber : Merdeka.com

Cokelat Hitam Pulihkan Kaki Pegal

Cokelat Hitam Pulihkan Kaki Pegal
Berjalan kaki dalam waktu lama pasti akan membuat kaki terasa pegal. Ditambah lagi jika sistem sirkulasi darah di kaki sudah mulai terganggu, maka berjalan sedikit pun akan berdampak sekali pada timbulnya rasa pegal. Nah, bagi Anda yang mengalami hal ini, cokelat hitam mungkin akan menjadi solusinya.

Dalam studi skala kecil asal Italia, peneliti menemukan, antioksidan yang terkandung dalam cokelat hitam dapat membantu orang yang menderita penurunan aliran darah pada kaki. Studi itu menemukan, orang dengan gangguan arteri di kakinya bisa berjalan sedikit lebih lama setelah makan cokelat hitam.

Cokelat hitam kaya akan senyawa antioksidan yang disebut polifenol. Peneliti percaya, polifenol dapat meningkatkan aliran darah pada kaki dengan mmempengaruhi biokimia yang membuat arteri melebar.

"Tubuh menyekresikan senyawa kimia yang secara natual akan membuka pembuluh darah sebagai respon dari rangsangan tertentu. Beberapa senyawa dalam cokelat hitam dapat memberikan rangsangan itu," ujar Richard Chazal, wakil presiden American College of Cardiology.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of the American Heart Association tersebut melibatkan 20 orang yang berusia 60-78 tahun yang didiagnosa dengan penyakit arteri perifer. Penyakit tersebut membuat arteri mereka menyempit sehingga lebih sulit untuk membawa darah dari kaki, perut, tangan, dan kepala untuk kembali ke jantung. Pengurangan aliran darah tersebut dapat menyebabkan nyeri, kram, dan pegal pada kaki dan pinggul saat berjalan.

Dalam studi tersebut, peserta diminta untuk berjalan di treadmill sebanyak dua kali. Pertama sebelum makan cokelat, dan kedua setelah makan cokelat.

Hasilnya, setelah makan cokelat, peserta rata-rata berjalan 11 persen lebih jauh dan 15 persen lebih lama daripada sebelumnya. Cokelat yang memberi dampak adalah cokelat hitam dengan kadar kakao 85 persen yang kaya polifenol. Sementara dampak ini tidak terlalu dirasakan jika yang dimakan adalah cokelat susu dengan kadar kakao 30 persen.

Sumber : Merdeka.com

Pemanasan yang Benar Cegah Kram dan Pegal Olahraga

Pemanasan yang Benar Cegah Kram dan Pegal Olahraga
Karena tidak ingin memotong waktu olahraga, banyak orang yang melewatkan waktu pemanasan, atau melakukan pemanasan secara singkat. Padahal,  pemanasan dan juga pendinginan penting untuk mencegah cedera serta kram dan pegal pasca-olahraga.

Ibarat mesin, setelah lama tak dipakai, otot-otot tubuh kita juga bisa menjadi "dingin" dan kaku. Nah,  pemanasan yang cukup penting untuk mempersiapkan tubuh untuk dipakai bergerak, otot pun jadi lebih fleksibel.

Menurut dr Michael Triangto, spesialis kedokteran olahraga, pemanasan dan peregangan sebaiknya dilakukan dalam kapasitas ringan. "Kalau pemanasannya berlebihan justru menyebabkan cedera sendi," katanya saat ditemui di acara peluncuran minuman isotonik Sporade di Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Ia menjelaskan, pemanasan selama 5-10 menit sudah cukup sebelum melakukan olahraga intensitas ringan. Sementara itu, untuk olahraga yang lebih berat, lakukan pemanasan sekitar 10-15 menit.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan pemanasan yang benar yaitu : meningkatkan suhu tubuh, menaikkan aliran darah dan denyut jantung untuk mempersiapkan bekerjanya sistem jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi adanya kram dan pegal pada otot.

Selain pemanasan, jangan lupa melakukan pendinginan untuk menormalkan kembali aliran darah. Mengabaikan pendinginan juga berisiko menyebabkan kram otot. 

Kram otot terjadi akibat penggunaan otot yang berlebihan, dehidrasi, otot teregang, atau berada pada satu posisi untuk waktu lama. Atlet yang terlalu lelah dan mengalami dehidrasi ketika berolahraga saat udara panas juga kerap mengalami kram otot. 

“Kram itu tanda dari dehidrasi. Kekurangan cairan secara berlebihan tanpa pemasukan cairan yang cukup akan menyebabkan kekurangan zat elektrolit yang dibutuhkan dalam tubuh," kata Michael. (Eva Erviana)

Sumber : Merdeka.com

Tingkatkan Kesuburan dengan Olahraga

Tingkatkan Kesuburan dengan Olahraga
Jika Anda sedang merencanakan memiliki momongan, ada baiknya Anda membiasakan diri untuk berolahraga teratur. Ini karena sebuah studi baru menemukan, olahraga dapat meningkatkan jumlah sperma sehingga memperbaiki kesuburannya.

Peneliti Audrey Gaskins, kanditat doktor di Harvard Schoold of Public Health mengatakan, jumlah sperma umumnya lebih tinggi pada mereka yang berolahraga teratur, khususnya pria yang melakukan angkat beban atau berolahraga luar ruangan.

"Pria yang berolahraga tujuh jam per  minggu atau satu jam setiap harinya memiliki konsentrasi sperma 48 persen lebih tinggi daripada mereka yang hanya berolahraga satu jam per minggu," katanya.

Studi melibatkan relawan pria yang menjalani terapi kesuburan di Massachusetts General Hospital Fertility Center antara 2006 hingga 2012. Sebanyak 137 pria memberikan sampel sperma dan mengisi kuesioner terkait olahraga dan aktivitas fisik mereka sehari-hari.

"Secara keseluruhan, kami melihat pria dengan kadar aktivitas fisik moderat hingga berat memiliki kadar konsentrasi sperma yang lebih tinggi," ujar Gaskins.

Lebih lanjut para peneliti menemukan tipe aktivitas tertentu yang paling dapat meningkatkan konsentrasi sperma adalah angkat beban dan olahraga luar ruangan.
Mereka menemukan, pria yang berolahraga luar ruangan rata-rata memiliki konsentrasi sperma 42 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak. Sementara pria yang melakukan angkat beban memiliki konsentrasi sperma 25 persen lebih tinggi.

Gaskins menjelaskan, angkat beban memperbaiki produksi testosteron dan sensitivitas insulin yang berhubungan dengan konsentrasi sperma yang lebih tinggi. Sementara olahraga luar ruangan dipercaya meningkatkan kadar vitamin D dari sinar matahari sehingga kesuburan pun semakin baik.

Kendati demikian, tidak semua olahraga baik untuk keseburan pria. Para peneliti juga menyatakan, bersepeda justru buruk untuk hal itu. Tekanan pada testis pada sadel sepeda akan meningkatkan suhu dan berdampak buruk bagi konsentrasi sperma.

Sementara itu, dua studi sebelumnya menunjukkan, konsumsi kopi dan alkohol mempengaruhi kesuburan pria. Terlalu banyak mengonsumsi keduanya akan menurunkan tingkat kesuburan mereka.

Sumber : Merdeka.com

Konsumsi "Junk Food" Kurangi Daya Penciuman

Konsumsi "Junk Food" Kurangi Daya Penciuman
Junk food atau makanan yang tidak memiliki nilai gizi selama ini selalu dikaitkan dengan obesitas. Namun mungkin tak pernah terpikir sebelumnya jika makanan ini juga dapat merusak indera penciuman manusia.

Sebuah studi baru menemukan, pola makan tinggi lemak berkaitan dengan perubahan, baik secara struktural maupun fungsional pada sistem penciuman. Penelitian pada tikus membuktikan, tikus yang diberikan pola makan tinggi lemak memiliki kemampuan yang lebih rendah dalam mengenali bau tertentu. Mereka mengalami penurunan 50 persen kemampuan sel otak yang dapat mengenali sinyal ini.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Neuroscience ini menunjukkan, pola makan sangat mempengaruhi kehidupan manusia secara luas, tidak hanya dari berat badan dan tinggi badan. Peneliti studi Nicolas Theibaud mengatakan, studi ini memungkinkan suatu saat peneliti mengembangkannya sebagai penelitian obesitas.

Menurut dia, ini merupakan pertama kali peneliti mampu menemukan kaitan yang kuat antara pola makan yang buruk dengan kehilangan kemampuan penciuman.

Dalam studi ini, peneliti memberi makan tikus berusia enam bulan dengan makanan-makanan tinggi lemak. Tikus juga diajari bau-bauan, dan diberi penghargaan dengan minum air putih. Ternyata tikus yang diberikan makanan tinggi lemak lebih lambat dalam mempelajari bau-bauan dibandingkan dengan tikus kelompok kontrol.

Ketika peneliti memberikan bau-bauan baru, tikus yang diberi makan tinggi lemak cenderung sulit untuk mengingatnya. Ini membuktikan bahwa kemampuan penciuman mereka telah menurun.

Peneliti studi Profesore Debra Ann Fadool mengatakan, ketika pemberian pola makan kembali ke normal dan tikus sudah kembali tidak obesitas, namun kemampuan penciumannya tidak bisa kembali normal.

"Tikus yang memiliki pola makan tinggi lemak memiliki kemampuan 50 persen lebih rendah dalam mencium bau," tandasnya.

Sumber : Merdeka.com

Sebelum Terlambat, Cegahlah Diabetes

Sebelum Terlambat, Cegahlah Diabetes
Diabetes merupakan epidemi abad ke-21. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan, saat ini terdapat 346 juta orang yang menderita penyakit ini. Di Indonesia, pada tahun 2020 diperkirakan ada 12 juta orang menderita diabetes.

Pertambahan pesat jumlah penderita diabetes ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak, gula, garam, serta kurang serat sehingga terjadi obesitas.

Penderita diabetes tipe 2 kini juga bukan hanya pada orang dewasa. Padahal 20 tahun lalu, sangat jarang ditemui orang muda yang menderita penyakit ini.

Banyak orang yang masih menganggap remeh penyakit diabetes, padahal penyakit ini bisa merenggut penglihatan, ginjal, bahkan memicu kematian. Penderita diabetes juga menghadapi risiko stroke lima kali lebih tinggi dibanding orang yang tidak terkena diabetes.

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup. Beberapa penelitian menyimpulkan ada 5 kebiasaan sehat yang bisa mengurangi risiko seseorang menderita diabetes sampai 80 persen.

Ini adalah gaya hidup yang sebaiknya harus Anda miliki:

- Pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

- Olahraga 3 kali dalam seminggu, masing-masing setidaknya 20 menit.

- Jaga berat badan ideal.

- Menghindari rokok.

- Kurangi asupan alkohol.

Meski demikian, para ahli berpendapat satu faktor utama yang harus diperhatikan adalah menjaga berat badan tetap normal. Pria yang memiliki berat badan normal risikonya 70 persen lebih rendah untuk menderita diabetes dibandingkan dengan pria obesitas. Sementara wanita yang berat badannya normal risikonya 78 persen lebih rendah.

Selain itu, lakukan deteksi dini atau pemeriksaan kadar gula darah secara teratur. Jika kondisi pradiabetes (kadar gula darah tinggi tapi belum termasuk diabetes) diketahui, perubahan gaya hidup bisa mencegah seseorang masuk dalam kategori diabetes. 

Sumber : Merdeka.com