Selasa, 16 September 2014

Hindari Dehidrasi, Ibu Hamil Perlu Minum Lebih Banyak

Hindari Dehidrasi, Ibu Hamil Perlu Minum Lebih Banyak
Kehamilan merupakan masa krusial, sehingga apapun yang dilakukan di saat itu bukan hanya berpengaruh pada kesehatan ibu, melainkan juga kesehatan janin. Termasuk kekurangan konsumsi air atau yang dikenal dengan istilah dehidrasi di saat hamil, efeknya bisa mempengaruhi kesehatan janin.

"Ibu hamil tidak boleh sampai kekurangan cairan karena efeknya bukan hanya pada ibunya, tapi juga janinnya," tegas ahli gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Saptawati Bardosono, Sp.GK saat ditemui di acara Inagurasi dan Konferensi Pers Indonesian Hydration Working Group, Kamis (10/10/2013) di Jakarta.

Dehidrasi pada umumnya akan berpengaruh terhadap menurunnya konsentrasi, lemas, cedera, bahkan dalam kadar yang berat dapat menyebabkan pingsan dan kematian. Sementara itu, menurut Saptawati, pada kehamilan dehidrasi bisa berdampak pada berkurangnya air ketuban atau cairan amnion.

Meskipun belum dibuktikan secara ilmiah, kata dia, namun secara teori jika ibu dehidrasi maka cairan tubuhnya akan berkurang termasuk cairan amnion. Padahal, cairan amnion berguna untuk melindungi janin dan jika jumlahnya kurang akan berisiko bagi tumbuh kembang janin.

Selain itu, kebutuhan air ibu hamil ternyata juga lebih banyak daripada orang dewasa pada umumnya. Menurut pakar gizi dari FKUI dr Inge Permadhi, SpGK, saat hamil, wanita perlu mengonsumsi air 400 mL lebih banyak dari yang disarankan untuk orang dewasa sehat.

"Kebutuhan konsumsi air pada orang dewasa sehat yaitu antara 2.000-2.500 mL per hari. Pada ibu hamil berarti bisa mencapai 2.400-2.900 mL," ujarnya.

Begitu pula, Inge menekankan ibu menyusui untuk menambah konsumsi airnya. Terlebih saat menyusui lebih banyak lagi cairan yang keluar melalui air susu. Karena itu, menurut Inge, konsumsi air perlu ditambah 800 mL, sehingga jumlahnya mencapai 2800-3300 mL.

Air termasuk dalam zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah paling banyak dibandingkan zat gizi lainnya. Air memiliki fungsi yang banyak di dalam tubuh, antara lain untuk mengatur suhu tubuh, membasahi jaringan mukosa, pelumas dan pelindung organ-organ tubuh, mencegah konstipasi, melarutkan zat gizi, dan banyak fungsi lainnya.

Sumber: health.kompas.com

Mengapa Wanita Butuh Minum Air Lebih Banyak dari Pria

Mengapa Wanita Butuh Minum Air Lebih Banyak dari Pria
Ketika kita melakukan aktivitas fisik yang berat, tentu tubuh akan berkeringat, apa pun jenis kelamin kita. Berkeringat merupakan cara tubuh menjaga kestabilan suhunya.

Namun setiap tetes keringat mengandung elektrolit dan cairan yang penting untuk menjaga kinerja tubuh tetap optimal. Bila terlalu banyak kehilangan komponen itu, Anda dapat mengalami dehidrasi. Gejala yang terasa adalah kelelahan, pusing, dan lemas, selain tentunya rasa haus.

Minum cukup air adalah cara untuk mengembalikan cairan elektrolit yang hilang tersebut. Tetapi, tidak semua orang punya kebutuhan hidrasi yang sama. Wanita ternyata butuh cairan lebih banyak dibanidng pria.

Tingkat estrogen dan progesteron wanita yang berubah tiap bulan  dapat memengaruhi kemampuan hidrasi mereka. Peneliti menambahkan, wanita yang minum sesuai batas anjuran tidak dapat mencapai performa terbaiknya. Alasannya, rekomendasi batas konsumsi tersebut dikembangkan berdasarkan penelitian pada pria.

Menurut ahli nutrisi dan fisiologi latihan, Stacy Sims Ph.D., Wanita punya risiko mengalami gangguan gastrointestinal ketika olahraga lima kali lebih besar dibanding pria.

"Contoh gangguannya seperti kembung, masuk angin, atau diare." Wanita juga lebih cenderung mengalami kelelahan dan serangan panas," katanya.

Gangguan tersebut terkait dengan volume darah. Untuk menjaga kebugaran tubuh, volume darah harus tetap dijaga tinggi.

Pada masa hormon estrogen dan progesteron tinggi seperti saat masa PMS, seorang wanita kehilangan sekitar 8 persen plasma darah. Progesteron yang tinggi juga dapat menaikkan suhu tubuh hingga sekitar 17 Celcius. Hal ini mengurangi toleransi tubuhnya terhadap panas dan membuat wanita itu lebih cepat lelah.

Selain itu, kadar sodium juga punya peran penting. Alasannya, sodium membantu transportasi air ke darah. Kadar progesteron yang meningkat melawan fungsi hormon seperti aldosteron yang memproduksi sodium. Akibatnya, sodium yang dibuang dari tubuh semakin banyak.  Konsumsi pil KB juga meningkatkan jumlah estrogen dan progesteron hingga 6-8 kali lipat!

Menurut Sims, fluktuasi hormon tersebut dapat diantisipasi dengan hidrasi dan makanan yang tepat. Dibanding pria, wanita lebih membutuhkan banyak sodium, potasium (bersama sodium membantu mengalirkan air ke darah), dan gula lainnya.

Gula seperti glukosa dan sukrosa paling mudah dicerna tubuh, sedangkan fruktosa cenderung menyebabkan kembung karena wanita lebih sulit memprosesnya.

Mulailah kebiasaan minum sebelum olahraga. "Cobalah menghidrasi tubuh sebelum latihan. Untuk latihan yang berat, prehidrasi sangat berguna untuk menjaga kestabilan kadar sodium dalam tubuh," kata Sims. Tetaplah konsumsi cairan selama latihan. American College of Sports Medicine menyarankan untuk minum sebanyak 80-230 cc air setiap 15-20 menit untuk olahraga yang lebih lama dari 1 jam.

Sumber: health.kompas.com

Senin, 15 September 2014

Kalahkan Stres yang Memicu Kegemukan

Kalahkan Stres yang Memicu Kegemukan
Stres berlebihan dan berkepanjangan adalah hal yang buruk karena bisa menyebabkan sakit kepala, tegang otot, gangguan pencernaan, kesulitan tidur, depresi, bahkan kini sebuah studi baru menunjukkan hal itu dapat membebani metabolisme tubuh.
Telah lama kita mengetahui hubungan stres dengan peningkatan berat badan. Kadar hormon stres yang meningkat dapat meningkatkan nafsu makan, khususnya untuk makanan-makanan yang tidak sehat. Padahal makanan-makanan itu sangat mudah untuk membuat akumulasi lemak perut.
Bahkan, sebuah studi baru asal Ohio State mengungkapkan, stres juga mengakibatkan pembakaran kalori tubuh yang lebih sedikit. Dalam studi ini, peneliti menanyakan pada sejumlah wanita tentang stres yang dialaminya di hari sebelumnya sekaligus makanan yang dimakannya. Rata-rata wanita makan 930 kalori dengan 60 gramnya berasal dari lemak.
Setelah makan, peneliti mengukur laju metabolisme mereka dengan mengambil sampel darah. Mereka yang melaporkan stres di hari sebelumnya ternyata membakar lemak yang mereka makan lebih sedikit daripada yang tidak merasa stres. Mereka juga memiliki kadar insulin yang lebih tinggi, hormon yang berkontribusi untuk menyimpanan lemak.
Mereka juga membakar 104 kalori lebih sedikit. Kelihatannya tidak banyak, namun dengan membakar kalori sejumlah tersebut lebih sedikit dalam satu tahun, seseorang bisa menambah berat badannya sebanyak 5 kilogram selama satu tahun.
Namun sebenarnya, kondisi ini tidak harus terjadi. Meski tidak bisa menghindari stres, namun paling tidak kita bisa meminimalkan dampaknya terhadap lingkar pinggang kita.
1. Pilih lemak dengan bijak
Jika stres bisa menyebabkan tubuh membakar lemak lebih sedikit, maka yang harus dilakukan untuk menghindari perut yang membuncit adalah dengan memilih lemak yang lebih sehat, misalnya yang berasal dari minyak zaitun atau alpukat. Jika ingin ngemil, maka pilihlah kacang-kacangan daripada popcorn. Memilih produk-produk bebas lemak juga dapat membantu.
2. Makan makanan yang mempercepat laju metabolisme
Beberapa makanan diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme, meskipun dampaknya tidak selalu seimbang dengan bagaimana stres dapat memperlambat metabolisme. Makanan pedas seperti cabai atau paprika sudah dikenal dapat meningkatkan laju metabolisme. Bahkan makanan ini dapat meningkatkan imunitas dan menurunkan kadar kolesterol.
3. Tarik napas sebelum makan
Bernapas memang hal alami yang dilakukan tanpa sadar. Namun mengambil napas panjang dan terkontrol dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi kadar kortisol. Melakukannya sebelum makan akan membantu meringankan tegang di otot dan mengurangi sedikit stres, paling tidak selagi tubuh memasukkan makanan.
4. Jalan singkat setelah makan
Kapanpun bisa, usahakan untuk melakukan jalan cepat selama 15 menit setelah makan. Studi membuktikan, kebiasaan ini dapat membantu menormalkan kadar gula darah hingga tiga jam setelah makan.
Sumber : health.kompas.com

Bahaya Perut Buncit pada Pria

Bahaya Perut Buncit pada Pria
Jika dulu orang yang ekonominya makmur digambarkan dengan kondisi perut buncit, kini pria yang memiliki perut buncit justru menunjukkan kesadarannya yang rendah akan gaya hidup sehat. 

Jika Anda termasuk dalam orang yang perutnya bergelambir, Anda tidak sendiri. Tetapi Anda jangan bangga dengan lebarnya lingkar perut. Tumpukan lemak di perut harus diwaspadai, karena sejatinya Anda sedang menumpuk bahaya.

Seseorang disebut memiliki perut buncit jika ukurannya lebih dari 95 cm, sementara pada wanita lebih dari 80 cm.

"Lemak di perut bukan terbatas pada lapisan lemak yang berada di bawah kulit (lemak subkutan), tapi juga termasuk lemak viseral yang berada di bawah perut dan menyelimuti organ-organ dalam," kata Michael D.Jensen, ahli endokrinologi dari Mayo Clinic, Rochester, AS.

Orang yang berperut buncit memiliki risiko lebih besar menderita penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, kanker kolorektal, serta henti napas saat tidur (sleep apnea).

Sebenarnya, apa yang membuat perut buncit? Tentu saja ini sangat dipengaruhi oleh asupan kalori yang masuk dan energi yang dibakar. Jika Anda makan terlalu banyak tapi jarang bergerak, tentu saja kelebihan kalori itu akan disimpan sebagai lemak.

Faktor usia juga berpengaruh. Bertambahnya usia akan membuat kita kehilangan otot, terutama jika kurang berolahraga dan lebih banyak duduk. Berkurangnya massa otot akan menurunkan kecepatan tubuh menggunakan kalori. 

Kemampuan sel lemak di tangan dan kaki juga akan berkurang dalam menyimpan lemak, sehingga jika ada kelebihan lemak ia akan turun ke perut. 

Berbagai penelitian menunjukkan, lemak yang disimpan dalam perut ini tidak berfungsi sebagai cadangan tenaga seperti halnya lemak di bagian tubuh lainnya. Lemak viseral ini secara biologis sangat aktif dan menghasilkan hormon dan zat kimia tertentu sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal, gangguan metabolisme, dan lain sebagainya. 

Zat dan hormon yang dihasilkan lemak perut ini juga bisa memicu peradangan (inflamasi). Hal ini pada akhirnya bisa memicu berbagai penyakit.

Mengingat bahaya yang tersimpan di lemak perut, maka jangan biarkan lemak bercokol lama. Setiap lemak perut bisa dihilangkan, yang dibutuhkan adalah usaha dan kesabaran. 

Lakukan perubahan pola hidup. Mulailah membatasi porsi makan dan lebih banyak bergerak. Selain berolahraga rutin, jangan isi sebagian besar waktu Anda dengan duduk diam. Ambil jeda setiap satu jam dan bergeraklah. 

Sumber : health.kompas.com

Jangan Tidur Sebelum Menyikat Gigi!

Jangan Tidur Sebelum Menyikat Gigi!
 Kebanyakan orang memang sudah menyikat gigi dua kali sehari, tapi biasanya dilakukan saat mandi. Menyikat gigi di malam hari yang sangat penting justru diabaikan. Padahal, kemalasan itu bisa berakibat bakteri makin bertambah banyak di mulut.

Absen menyikat gigi di malam hari bukan hanya membuat nafas tidak segar, tapi juga mempercepat timbulnya plak, tumpukan bakteri, yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.

"Cobalah di pertengahan hari Anda 'menyapu' gusi Anda dengan lidah dari sisi kanan ke kiri. Rasa lengket dan seperti ada selubungnya merupakan pertanda plak," kata Deepinder "Ruchi" Sahota, juru bicara asosiasi dokter gigi Amerika.

Menurut Sahota, kebiasaan menyikat gigi dapat menyingkirkan bakteri yang menempel di gusi. Bila bakteri tersebut tidak disingkirkan, mereka akan mulai merusak gigi. 

Semakin lama sebuah plak ada di satu tempat yang sama, plak tersebut akan berubah menjadi tartar, sesuatu yang keras, berwarna kuning, dan kasar yang berada di sela gigi. Tartar dapat menyebabkan radang dan gusi berdarah. Risikonya adalah gigi tanggal.

Tidak ada batasan jelas kapan sebuah plak mencapai tingkat terparahnya. Menurut Sahota, langkah yang tepat adalah membiasakan diri menyikat gigi dua kali sehari. "Jangan biasakan menyikat gigi hanya sekali," katanya.

Selain itu, teknik menyikat gigi yang salah juga dapat mendatangkan dampak yang tak kalah berbahaya. 

Sahota menyarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan sikat gigi yang bulunya halus. Sikat gigi selama dua menit dan harus mencapai seluruh bagian gigi. 

ADA menganjurkan untuk menggunakan benang gigi (floss) satu kali dalam sehari. Berkonsultasi kepada dokter gigi secara rutin juga perlu dilakukan. Tujuannya untuk menyingkirkan kotoran yang tidak bisa dibersihkan sendiri, termasuk tartar tersebut.

Meski bisa membuat napas segar namun permen karet, mint, dan larutan kumur tidak dapat menggantikan peran menyikat gigi.

Sumber : health.kompas.com

Minggu, 14 September 2014

Kanker stadium 4 gadis cilik ini sembuh karena diet alkali!

Kanker stadium 4 gadis cilik ini sembuh karena diet alkali!
Mengalami kanker adalah salah satu ketakutan terbesar dari banyak orang, apalagi jika kanker yang diderita sudah sampai pada stadium empat. Kebanyakan pasien kanker yang sudah mencapai stadium 4 biasanya sudah akan menyerah dalam mencari pengobatan. Namun ternyata tak semua kanker stadium 4 berujung pada kematian. Salah satunya kasus yang terjadi pada gadis delapan tahun bernama Josie Nunez ini.

Josie Nonez telah lama sakit. Dia sering merasa mual, lemah, dan muntah setiap hari. Setelah melakukan pemeriksaan diketahui bahwa Josie memiliki tumor yang menekan saraf otaknya. Setelah menjalani operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi, berat badan Josie terus berkurang dan gadis cilik ini semakin lemah.

Josie hampir seperti tanpa harapan ketika tumor lain diketahui muncul di tengah-tengah bagian otaknya dan tak bisa dioperasi. Dokter bahkan sudah memvonis bahwa umur Josie tak lama lagi. Meski sudah hampir menyerah, tetapi mereka juga mencari jalan alternatif untuk menyembuhkan putri mereka. Hingga akhirnya mereka menemukan seorang ahli pengobatan alami Dr Bernardo Majalaca, seperti dilansir oleh Daily Health Post (09/09).

Dari pemeriksaan oleh Dr Majalaca, diketahui bahwa pH tubuh Josie sangat asam. Dr Majalaca kemudian menyarankan agar Josie melakukan diet alkali untuk menetralkan pH-nya. pH yang terlalu asam akan membuat sel menjadi beracun dan mudah mati. Josie diminta mengonsumsi makanan yang tidak asam dan mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah.

Beberapa bulan kemudian ketika memeriksakan diri, dokter kaget dengan perkembangan Josie. Tak hanya bisa bertahan dalam waktu yang lama, tumor pada otak Josie juga sudah mengecil hingga 75 persen! Setelah delapan bulan, kanker pada otak Josie menghilang.

"Kebanyakan dokter tak tahu bahwa nutrisi sangat berkaitan dengan kanker," ungkap Dr Majalaca.

Menjaga pH tubuh tetap seimbang juga penting untuk menjaga kesehatan sel tubuh. pH yang terlalu asam akan membuat sel menjadi beracun dan cepat mati. Bagi para pasien kanker, jangan mudah menyerah melawan penyakit. Mencari cara alternatif yang berasal dari alam seperti yang dilakukan Josie juga bisa dilakukan.


Sumber : Merdeka.com

Ini cara tubuh merespon rasa sakit!

Ini cara tubuh merespon rasa sakit!
Ketika mengalami rasa sakit, tubuh akan merespon dengan refleks yang cepat. Sistem saraf dalam tubuh memang bisa merespon rasa sakit dengan kecepatan yang tinggi. Reaksi cepat ini tentunya penting bagi manusia, untuk mencegah luka yang lebih parah.

Namun tahukah Anda bahwa dalam kecepatan refleks tersebut, tubuh manusia sebenarnya melakukan proses yang sangat rumit dan hebat. Inilah proses yang terjadi dalam tubuh ketika merespon rasa sakit, seperti dilansir oleh Men's Heath (09/09).

1. Keseimbangan yang hilang
Sel saraf memiliki keseimbangan yang baik antara sodium, potasium, dan kalsium. Ketika terkena sesuatu yang menyakitkan, misalkan ketika menyentuh api, keseimbangan tersebut akan hilang. Sodium mulai melewati membran sel dan ketika sudah banyak sodium yang masuk ke sel, sel saraf mulai mengeluarkan sinyal elektrik.

2. Sinyal elektrik keluar
Serat saraf yang berbeda akan membawa jenis rasa sakit yang berbeda, misalkan rasa sakit secara mekanik, kimia, atau suhu (panas). Sinyal elektrik yang dikeluarkan oleh sel saraf akan dibawa oleh serat saraf yang berbeda untuk keluar menuju sumsum tulang belakang.

3. Pusat saraf
Semua sinyal rasa sakit akan mencapai sumsum tulang belakang. Salah satu yang berasal dari daerah yang terkena rasa sakit akan masuk ke bagian tengah yang terdapat pada bagian bawah leher Anda, di tempat kelima atau ketujuh dari tulang belakang..

4. Proses pengolahan sakit
Setelah melewati sumsum tulang belakang, sinyal akan menyentuh bagian otak penerima sinyal, yaitu thalamus. Untuk sakit yang disebabkan oleh panas atau api, perjalanan ini hanya membutuhkan waktu 0,01 detik. Waktu tersebut sebenarnya cukup pelan karena zat kimia yang bekerja dalam serat saraf bekerja 10 kali lebih cepat dari itu. Selanjutnya, thalamus akan memicu gerakan refleks pada tubuh dan mengirimkan interpretasi rasa sakit pada cerebral cortex.

5. Tubuh bereaksi
Setelah sampai pada cerebral cortex, tubuh akan merespon dengan menghindari sumber rasa sakit.

Itulah proses yang terjadi pada tubuh ketika merasakan sakit. Tubuh Anda memiliki mekanisme yang hebat untuk merespon rasa sakit dengan cepat dan menghindarinya untuk menyelamatkan diri.

Sumber : Merdeka.com