Selasa, 16 September 2014

Rutin Minum Air Putih, Cara Diet Paling Murah

Rutin Minum Air Putih, Cara Diet Paling Murah
Minum air secara rutin mungkin dapat menjadi pilihan paling mudah dan murah untuk menurunkan berat badan. Sebuah penelitian menyatakan, minum air putih sebelum makan dapat membantu keberhasilan program penurunan berat badan.

Seperti dilansir Dailymail, orang dewasa yang minum dua gelas sebelum makan kehilangan berat badan sekitar 4 lb atau setara 1,814 kilogram lebih banyak, dibanding mereka yang tidak minum air.

Penelitian itu merupakan salah satu dari 11 studi tentang efek minum air pada pola makan yang di-review oleh para ahli dan dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutritrion. Tiga peneltian lainnya yang di-review juga menyatakan bukti yang jelas bahwa konsumsi air dapat membantu meningkatkan kesuksesan penurunan berat badan.

Menurut  salah satu peneliti yang melakukan review, Brenda Davy dari Virginia Tech, konsumsi air dapat membantu meredam rasa lapar dan menolong para pelaku diet mengurangi asupan kalori.
Hal ini didukung studi lain yang menemukan, wanita yang meningkatkan konsumsi air saat program diet kehilangan berat badan lebih banyak dibanding yang minum air kurang dari 1 liter per hari.

Rebecca Muckelbauer, peneliti dari Berlin School of Public Health, Charité University Medical Center Berlin, Jerman yang memipin review riset tentang air menyatakan, rasa kenyang adalah alasan utama seseorang kehilangan berat badan.

Tetapi ia juga menduga ada alasan lain dibalik fenomena ini yaitu efek thermogenesis yang dipicu oleh air. Ia bilang, minum air juga dapat meningkatkan pengeluaran energi dari dalam tubuh. Dengan kata lain, ada energi yang dikeluarkan tubuh akibat efek minum air.  Diakui Muckelbauer, dugaan ini belum diteliti lebih jauh.

Dari beberapa riset yang ditinjau oleh Muckelbauer dan timnya, tidak semua penelitian membuktikan bahwa mereka yang minum banyak air bisa lebih langsing. Faktanya, orang yang mengalami obesitas minum air lebih banyak dibanding yang tidak kelebihan berat badan.

Ia juga mengatakan, warga Amerika bisa mengasup 400-500 kalori setiap hari dari minuman manis. Menurut Muckelbauer asupan itu akan memberi hasil lebih baik, bila diganti air biasa.

Manfaat konsumsi banyak air juga diakui penelitian lain. Satu studi menemukan wanita yang minum air biasa, bukan minuman manis, menurunkan risiko terkena diabetes. Wanita yang minum banyak air juga berisiko kecil terkena batu ginjal.


Sumber: health.kompas.com 

Selain Melangsingkan, Air Putih Juga Efektif Cegah Sakit Jantung

Selain Melangsingkan, Air Putih Juga Efektif Cegah Sakit Jantung

Masih banyak orang beranggapan bahwa banyak minum air putih dapat menggagalkan usaha menurunkan berat badan. Padahal faktanya, kurang mengonsumsi air putih dapat menyebabkan tubuh menyimpan lemak ekstra yang berakibat naiknya berat badan. 

Bagaimana Air Putih Menurunkan Berat Badan?

Seperti kita ketahui bahwa hati mengkonversi lemak menjadi bahan bakar. Tanpa asupan air yang cukup, ginjal tidak akan berfungsi pada tingkat optimal. Akibatnya, hati akan bekerja ekstra keras untuk membantu ginjal melakukan tugasnya. Dan pada akhirnya hati tidak dapat berfungsi dengan baik.

Beberapa lemak akan tetap di dalam tubuh dan tidak dapat dikonversi menjadi bahan bakar. Ini yang menyebabkan bertambahnya berat badan.

Minum air putih setiap hari dalam jumlah yang cukup memungkinkan hati melakukan fungsinya untuk membakar lemak dan mengubahnya menjadi bahan bakar dengan optimal.

Tubuh kita mengandung lebih dari 60 persen air. Ketika tubuh mendapatkan air yang cukup, ia akan mencoba untuk menyimpan semua air itu ke dalam sel sedangkan sisanya akan dikeluarkan melalui urin.

Minum air dalam jumlah yang cukup juga dapat menurunkan rasa lapar. Minum beberapa gelas air sebelum makan juga bisa menjadi cara yang efektif untuk mencegah makan berlebihan yang dapat mengakibatkan berat badan bertambah.

Orang yang memiliki kelebihan berat badan disarankan untuk minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap harinya. Bahkan beberapa studi membuktikan bahwa air es atau air dingin juga membantu membakar kalori, dengan membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Jika Anda tidak terbiasa minum air putih dalam jumlah banyak, kemudian mulai mengonsumsinya dalam jumlah banyak, pada awalnya akan terasa tidak nyaman dan bahkan Anda akan sering buang air kecil. Ini hal yang wajar dan setelah berjalannya waktu tubuh Anda akan terbiasa dengan kebiasaan baru mengonsumsi air putih.


Manfaat Lain Mengonsumsi Air Putih

Selain membantu menurunkan berat badan, mengonsumsi air putih juga memiliki berbagai manfaat positif bagi kesehatan, seperti:

- Cegah Sakit Jantung
Menurut sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology, orang yang terbiasa minum air putih lebih dari 5 gelas setiap hari mengalami penurunan risiko sebesar 41 persen akibat penyakit jantung dan kematian mendadak.

- Cegah Migrain
Menurut para peneliti dari University of Masstricht, Belanda, minum air putih tujuh gelas dalam sehari dapat meredakan sakit kepala dan meningkatkan kualitas hidup penderita migrain.

Peneliti mengatakan bahwa sakit kepala yang dialami penderita migrain dapat berkurang dalam 21 jam jika mereka minum 1,5 liter air.

- Tingkatkan Ketajaman Otak
Otak membutuhkan oksigen untuk bisa bekerja sesuai fungsinya. Dengan minum banyak air putih, Anda bisa memastikan bahwa otak telah terpenuhi kebutuhan oksigennya. Bahkan minum 8-10 gelas air perhari dapat memperbaiki kemampuan kognitif otak sebesar 30 persen.

- Cegah Penuaan Dini
Kulit kering menjadi salah satu penyebab terjadinya penuaan dini. Air dapat melembabkan kulit, membuatnya tampak segar dan terbebas dari kulit kering, sehingga membuat wajah Anda awet muda meski usia bertambah.

Yuk, biasakan minum air putih mulai sekarang!


Sumber: health.kompas.com 

Mengatasi Sakit Pinggang karena Banyak Duduk

Mengatasi Sakit Pinggang karena Banyak Duduk
TANYA :
Dok, sejak akhir 2011, saat bekerja di kantor saya lebih banyak duduk dan di depan komputer. Saya juga jarang melakukan  olahraga. Mulai pertengahan 2012, saya merasakan keluhan sakit pinggang. Saya  lalu  mencoba minum air putih sebanyak-banyaknya dan membiasakan berolahraga dua kali dalam seminggu. Dengan kebiasaan itu, keluhan sakit pinggang  pun mulai hilang . Tetapi, akhir-akhir ini, sakit di bagian pinggang saya  kumat lagi. Bahkan kalau batuk pun, sangat juga mengalami  nyeri pinggang. Yang ingin  saya tanyakan, penyakit  yang sebenarnya saya alami dan bagaimana solusinya? Terima kasih.

(Anggara, 27, Yogyakarta)

JAWAB :


Saudara Anggara di Yogyakarta

Nyeri pinggang banyak faktor penyebabnya. Bagaimana Anda duduk, berjalan, naik kendaraam bermotor, berdiri, bahkan kebiasaan tidur, tempat tidur yang Anda gunakan dapat menjadi faktor pencetusnya.

Gangguan pada tulang belakang, otot, ligamen, tendon dan sayraf, hernia diskus, arthritis, keganasan, infeksi di sekitar tulang belakang Anda, penyakit di rongga panggul, perut, dan kelainan bawaam pada tulang belakang dapat menjadi penyebab nyeri pinggang.

Melihat keluhan nyeri pinggang yang Anda alami, nyeri timbul setelah anda banyak duduk di depan komputer dan membaik setelah Anda olahraga. Dengan umur Anda yang masih muda, berat badan juga masih normal, kemungkinan juga tidak pernah mengalami trauma pada tulang belakang sebelumnya, maka perkiraan saya nyeri pinggang yang Anda alami kemungkinan hanya disebabkan oleh kebiasaan duduk lama ini.

Bisa karena cara Anda duduk tidak tepat, tidak sehat, yang menyebakan cedera pada otot-otot,ligamen, tendon, atau bahkan kompressi pada tulang belakang. Walaupun demikian, bila keluhan itu tetap berlanjut, sebaiknya anda konsultasi ke internist, atau ahli saraf setempat.

Untuk, mencegah,  menjaga agar keluhan itu tidak kambuh lagi dan menjaga agar pinggang anda tetap sehat, kiat berikut ini mudah-mudahan dapat membantu:

1. Biasakanlah duduk, berdiri, berjalan, bahkan tidur dengan postur yang baik
2. Setiap satu jam Anda duduk, usahakan untuk berdiri, bergerak. Lakukan peregangan, relaksasi, 5 menit cukup.
3. Pastikan kursi yang Anda gunakan, kursi yang tetap, dapat menupang pinggang Anda dengan sempurna.
4. Lakukanlah olahraga, bisa jalan, berenang, sepeda paling tidak 30-40 menit setiap hari, 5 kali dalam seminggu.
5. Tidur juga dengan posisi yang benar, tempat tidur yang baik
6.  Jangan menganngkat sesuatu yang terlalu berat, apalagi dalam posisi membungkuk
7. Pertahankan berat badan Anda dalam batas normal.

Demikian, semoga dapat membantu

Sumber: health.kompas.com 

Minum Jangan Tunggu Saat Haus

Minum Jangan Tunggu Saat Haus
Haus memang merupakan tanda-tanda tubuh kekurangan cairan sehingga dapat menjadi pengingat untuk minum. Namun sebenarnya, minum perlu dilakukan bahkan sebelum tubuh merasa haus. 
 
Pakar fisiologi dari Universitas Arkansas dr Stavros Kavouras mengatakan, haus merupakan pertanda awal tubuh mengalami dehidrasi. Haus terjadi di saat tubuh mulai kehilangan 1-3 persen berat badannya karena menurunnya kadar air dalam tubuhnya.

"Dehidrasi ringan sudah dapat menyebabkan berkurangnya konsentrasi. Maka janganlah tunggu hingga tubuh mengalami dehidrasi untuk minum," ucapnya dalam Inagurasi dan Konferensi Pers Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Kamis (10/10/2013) di Jakarta.

Air, kata dia, merupakan kebutuhan gizi makro yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Untuk orang dewasa sehat, kebutuhan air bisa mencapai 2000-2500 mL per harinya.

Pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Inge Permadhi, Sp.GK mengatakan, jumlah kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dengan minum air ataupun mengonsumsi makanan yang mengandung air.

"Biasanya dengan minum air kita bisa mencukupi 1500-1800 mL, dan dari makanan bisa 500-800 mL," katanya Humas IHWG ini.

Inge menyarankan, untuk mencapai jumlah kebutuhan air, seseorang perlu minum air setiap satu jam. Setiap mengeluarkannya melalui urin ataupun keringat, sebaiknya segera diganti dengan minum lagi. 
Sementara itu, air juga dapat dipenuhi dari minuman-minuman lain seperti teh, susu, jus buah, atau minuman-minuman dengan rasa lainnya. Hanya saja, menurut Inge, minuman-minuman tersebut dapat "membebani" tubuh karena kandungan gulanya.

"Minuman manis memang dapat membantu menghidrasi tubuh. Namun gula yang dikandungnya dapat meningkatkan konsumsi gula sehari-sehari," tegasnya.

Konsumsi gula berlebihan diketahui berperan dalam peningkatan risiko penyakit-penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus atau penyakit jantung. Ini karena gula bersifat toksik dan mempercepat penuaan sel. Maka Kementerian Kesehatan merekomendasikan untuk membatasi konsumsi gula tidak lebih dari 2,5 sendok makan per hari.


Sumber: health.kompas.com 

Olahraga Lari Punya Efek Beda untuk Pria dan Wanita

Olahraga Lari Punya Efek Beda untuk Pria dan Wanita
Jika dilihat dari bentuk tubuh dan hormon, memang sudah seharusnya cara berlari wanita berbeda dengan pria. Tapi, jika dikatakan olahraga lari hasilnya lebih baik jika dilakukan oleh wanita daripada pria, apakah benar?

Efisiensi Metabolisme  Lemak
Umumnya, tubuh wanita dibangun untuk bisa melakukan olahraga dengan jarak yang lebih jauh dan daya tahan yang lebih besar dibanding laki-laki. Hal ini dikarenakan proses pembakaran (cadangan) lemak di dalam tubuh wanita lebih efisien sehingga mereka lebih mampu berolahraga dalam waktu yang lama.

Tips : Usahakan bahan bakar tubuh dilengkapi dengan nutrisi yang tepat dan hidrasi agar Anda dapat memaksimalkan keunggulan alamiah ini.

Lebih  Banyak Estrogen  
Inilah perbedaan mendasar antara pria dan wanita. Pada wanita, estrogen berperan dalam masa haid, hot flashes  (perubahan tingkat hormon awal menopause), membantu penyimpanan glikogen (sarana penyimpanan energi), serta meningkatkan fungsi paru-paru.

Tips : Jika Anda ingin meningkatkan kebugaran dengan latihan yang sulit dan intens, lakukanlah di kala tingkat estrogen sedang tinggi. Yakni, di saat sebelum ovulasi dan pada akhir fase luteal (14 hari setelah ovulasi).

Defisiensi Zat Besi
Zat besi bisa berfungsi lebih baik dengan adanya hemoglobin (molekul yang mengangkut oksigen dalam darah) dan myoglobin (molekul yang mengangkut oksigen dalam otot). Jika oksigen dalam darah tidak cukup, saat latihan Anda bisa cepat merasa lelah, lemah, dan cidera. Kondisi ini biasanya terjadi di saat haid datang.

Tips : Dalam kondisi seperti itu (anemia), pastikan Anda makan makanan tinggi zat besi, seperti daging, kacang-kacangan, ayam, ikan, dan sayuran. Dan ingat, zat besi akan lebih mudah terserap tubuh dengan asupan vitamin C yang cukup.

Kepadatan Tulang  Berkurang
Wanita yang terlalu sering berlari dengan jarak jauh biasanya memiliki presentase lemak yang rendah di tubuhnya. Hal ini ternyata berpotensi mengganggu siklus menstruasi. Nah, jika siklus haidnya tidak teratur, mereka berisiko kehilangan kepadatan tulang, yang artinya berpotensi fraktur (tulang mengalami stres, rusak, retak) dan butuh istirahat lebih tinggi. Kepadatan tulang yang buruk juga bisa mengakibatkan cidera di pergelangan kaki.

Tips : Atasi masalah kepadatan tulang dengan asupan kalsium dan vitamin D. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi dan kafein. Saat berlari, gunakan sepatu dengan bantalan yang baik dan hindari berlari di trek yang tidak bagus.

Suhu Tubuh Tinggi

Suhu tubuh (temperatur basal) wanita cenderung lebih tinggi dari pria, terutama saat mendekati dan di saat menstruasi.

Tips : Jika Anda melakukan latihan di saat haid, mungkin perlu hidrasi ekstra.

Sumber: health.kompas.com 

Mengapa Kurang Tidur Bikin Sulit Fokus

Mengapa Kurang Tidur Bikin Sulit Fokus
Anda mungkin tahu bagaimana kerja otak saat tubuh kelelahan: sulit mengingat dan lambat berpikir. Kurang tidur memang sangat berpengaruh pada daya ingat dan kemampuan berpikir.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi dijelaskan oleh sebuah studi yang dilakukan pada penderita sleep apnea (henti napas saat tidur). Peneliti dari Universitas Kalifornia menguji kadar kortisol dalam darah pada 55 penderita apnea setiap 2 jam sekali dalam waktu 24 jam penelitian.

Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa gangguan daya ingat terkait tidur ini disebabkan karena kekurangan oksigen. Namun, penelitian kali ini menemukan bahwa peningkatan tingkat hormon kortisol yang menyebabkan gangguan kognitif.

Hasil penelitian ini sejalan dengan banyak penelitian sebelumnya, bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat kortisol dan fungsi kognitif.

Peneliti juga mengklaim bahwa peningkatan hormon kortisol berdampak buruk pada bagian otak yang disebut hipokampus. Bagian tersebut berperan besar dalam memperoleh dan menyimpan informasi untuk memori jangka panjang.

Penemuan ini dapat menjelaskan alasan seseorang yang kekurangan tidur dapat mengalami pelemahan daya ingat dan konsentrasi.

Penderita insomnia, atau mereka yang tidak cukup tidur karena gaya hidup, punya kadar hormon stres seperti kortisol yang tinggi. Walau mereka tidak mengalami henti napas atau gejala kekurangan oksigen pada malam hari tapi fungsi kognitif mereka akan terganggu, sama dengan penderita sleep apnea. Penyebabnya sama, yakni kenaikan tingkat kortisol.

Stimulasi berlebih terhadap kelenjar adrenal juga akan menghasilkan kortisol dalam jumlah banyak. Pemicu paling umum adalah stres, entah karena kekurangan tidur, henti napas, atau tidur yang tidak nyenyak (mudah terbangun). Maka itu, mengukur tingkat kortisol pada penderita sleep apnea dan susah tidur menjadi alat diagnosis yang relevan.  (Kevin Sanly Putera)
 
Sumber: health.kompas.com 

9 Hal yang Bisa Mengganggu Hormon

9 Hal yang Bisa Mengganggu Hormon
Akui saja, setiap kali Anda merasa ada gangguan kesehatan dan sulit mengetahui penyebabnya, pasti Anda akan menyalahkan hormon. Yang menarik, ternyata dugaan tersebut seringkali benar.

Hormon memang bertanggung jawab pada banyak hal dalam seluruh sistem, memengaruhi nafsu makan, emosi, berat badan, libido, siklus haid, dan masih banyak lagi.

Namun, kejanggalan hormonal bukanlah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Aktivitas tertentu dapat menyebabkannya semakin aktif atau justru pasif. Akibatnya pun berdampak kepada kerja tubuh.

Berikut 9 kebiasaan yang dapat mengubah aktivitas hormon, termasuk kesehatan tubuh dan jiwa Anda:

1. Konsumsi gula berlebihan
Asupan gula yang terlalu banyak identik dengan kenaikan berat badan. Menurut Holly Phillips, MD, ahli kesehatan di New York, kebanyakan mengonsumsi gula dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin, hormon yang penting untuk mengubah gula dari darah menjadi energi. Akibatnya adalah sindrom metabolisme yang menandai diabetes melitus.

2. Stres sepanjang malam
Normalnya, kadar hormon kortisol akan menurun pada malam hari sehingga seseorang dapat tidur. Phillips mengatakan, "Jumlahnya akan meningkat bila Anda dalam tekanan atau stres di malam hari." Hindari terlalu banyak berpikir menjelang tidur.

3. Insomnia singkat
Kurang tidur meningkatkan tingkat kortisol, dan hormon tersebut meningkatkan gula darah, lalu turun lagi sehingga Anda stres dan ingin makan. Tambahkan jam tidur Anda untuk menstabilkan kadar kortisol tubuh.

4. Kurang tidur
Ketika kita tidur, hormon leptin, yang berperan pada rasa lapar, mengirim sinyal ke tubuh agar tidak perlu makan saat tidur. Begadang bahkan tidak tidur membuat produksi leptin terganggu. Akibatnya, Anda akan lebih merasa lebih lapar dan ingin sering makan.

5. Ngopi sore
Kafein pada kopi merangsang produksi kortisol. Hormon ini membuat Anda cemas dan tidak dapat tidur. Hindari minum kopi terlalu banyak. Idealnya, tidak lebih dari 2 cangkir per hari dan minumlah sebelum pukul 15.00 sore.

6. Olahraga rutin
"Tanpa olahraga rutin, tubuh Anda tidak akan memproduksi endorfin secara optimal," kata Phillips. Hormon endorfin membuat Anda merasa gembira dan fokus. Mereka juga menjaga sistem daya tahan tubuh dan merangsang hasrat seksual. Semakin banyak Anda bergerak, semakin banyak pula produksi endorfin.

7. Diet ketat
Penurunan berat badan secara drastis karena diet ketat atau olahraga berat bisa membuat kadar estrogen juga turun sehingga siklus menstruasi terganggu. Metabolisme tubuh akan 'menunggu' hingga berat badan Anda kembali normal sebelum hormon estrogen kembali normal.

8. Olahraga kardio
Olahraga aerobik seperti joging atau bersepeda akan memicu pompa jantung yang lebih cepat. Dampaknya, hormon ghrelin yang menekan rasa lapar, akan ikut turun. Ini bisa Anda coba untuk menurunkan berat badan.

9. Konsumsi gula saat PMS
Selain menyebabkan rasa cemas, gula akan merangsang reaksi di otak secara berlebih yang sebenarnya sudah rutin terjadi selama masa PMS. "Bila PMS menyebabkan Anda emosional, gula hanya akan membuat Anda lebih cemas," ungkap Phillips. Mulailah mengganti makanan manis tersebut dengan yang lebih sehat dan rendah gula.

Sumber: health.kompas.com